Sabtu, 13 Jun 2026 07:20 WIB

"Sudah saatnya Pemerintah Melakukan Pencegahan Hoaks"

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut
Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut

jatimnow.com - Pemerintah diminta mulai memikirkan sisi pencegahan daripada literasi-litarasi dalam mengatasi hoaks. Sebab karakter masyarakat saat ini lebih suka men-share untuk menyenangkan dirinya dengan andrenalin tinggi ketimbang sesuatu yang benar.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut dalam dialog khusus di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019). Menurut Wens, hoaks juga seringkali tidak ada kaitannya dengan konstelasi politik seperti di USA.

Baca Juga: Menakar Nyali, Menepis Hoaks: Seni Bertahan Hidup di Negeri Cincin Api

"Jangan-jangan di kita juga seperti itu. Saya sering lihat di mesin berbagi video kelihatanya bukan dibikin oleh pendukung si a atau b, tapi hanya mencari keuntungan dan ini harus ditindak tegas karena hoaks menghancurkan peradaban bangsa," kata Wens.

Wens menjelaskan, hoaks juga dapat menimbulkan sikap apatis dari sebagian milenial untuk golput (tidak menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan umum). Di mana fenomena golput dilihat sejarahnya adalah protes dari bagian sistem pada saat orde baru.

Dulu, lanjut Wens, kalau memilih artinya melegalkan sistem saat itu dan menjadi sangat relevan sebagai bagian dari protes terhadap sistem.

Baca Juga: Jaga Akal Sehatmu! Pertamina Patra Niaga Ungkap Taktik Kotor Penyebar Hoax BBM

"Nah sekarang apa yang mau diprotes. Sistem saat ini sudah terbuka dan melibatkan masyarakat dalam menentukan sesuatu. Kita mau protes soal trotoar terlalu kecil. Cukup status rame-rame di media sosial walikotanya akan melihat dan langsung merespon memperbaikinya," tambah Wens.

Menurutnya, saat ini teknologi memungkinkan untuk berpartisipasi dalam mengatur jalannya kekuasaan. Sebab pemerintah juga sudah memaksimalkan kekuatan teknologi sebagai jalan untuk melibatkan masyarakat dalam mengelola proses sesuatu.

"Jadi sangat-sangat clear sebenarnya, mau pilih a atau b sebaiknya jangan golput. Kalau mau terlibat dalam mengelola atau mengatur yang tadi-tadi itu," ujarnya.

Baca Juga: Pengusaha Properti Lamongan jadi Korban Fitnah di Medsos, Persaingan Bisnis?

"Saya kira udah ga zamannya ya, karena ga punya alasan lagi," sambungnya.

Wens mencontohkan, kalau ada keluhan soal listrik sering mati, ada instrumen politik yang bekerja di belakang kelistrikan itu. Artinya, ada proses politik dalam pasokan listrik dan lainnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.