Senin, 15 Jun 2026 19:41 WIB

Banyuwangi Underwater Festival, Kampanyekan Konservasi Laut

  • Penulis :
  • | Rabu, 04 Apr 2018 18:00 WIB
Bupati Banyuwangi membuka Banyuwangi Underwater Festival
Bupati Banyuwangi membuka Banyuwangi Underwater Festival

jatimnow.com–  Underwater Festival yang digelar oleh Banyuwangi berlangsung meriah. Berbagai atraksi wisata dan edukasi bahari mewarnai event yang dihelat selama tiga hari, 4-6 April tersebut. Event ini sekaligus menjadi kampanye pentingnya konservasi laut .

Underwater Festival dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada Rabu (4/3/2018).

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

Turut hadir Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang) Kementrian Kelautan dan Perikanan Zulfichar Mochtar.

Di hari pertama even ini, beragam atraksi digelar, mulai "Nemo Dancing" (pengamatan ikan Nemo selama 48 jam), tari gandrung di dasar laut, pelatihan produk olahan ikan, dan edukasi bahari kepada 250 pelajar Banyuwangi.  

“Pemerintah pusat menggaungkan pariwisata bahari sebagai salah satu kekuatan pariwisata Indonesia. Ini adalah bagian menterjemahkannya, dengan menggelar event yang tidak hanya menampilkan atraksi, namun juga terkandung edukasi bahari di sini,” kata Anas.

Underwater Festival  berlangsung di Pantai Bangsring yang merupakan kawasan konservasi bawah laut yang dikelola oleh nelayan Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Pada tahun 2017, kelompok nelayan di kawasan ini menerima Kalpataru dari Presiden RI karena mereka mampu merubah mindset dari yang dulunya pengebom ikan, kini aktif melakukan restorasi terumbu karang.  

Atraksi pengamatan Nemo selama 48 jam, merupakan salah satu bukti nyata keberhasilan konservasi yang dilakukan oleh nelayan Bangsring.

Dulu, terumbu karang rusak dan ikan Nemo menghilang, tapi setelah menjadi area konservasi ikan Nemo pun kembali.

“Even ini adalah bagian kampanye kepedulian kami dengan laut, karena laut adalah masa depan kita yang harus terus dijaga dan dipelihara," ujarnya.

Ia juga mengaku bangga dengan aksi para nelayan muda di Bangsring, karena bisa bersinergi dengan pemerintah dan berhasil menjadikan wisata bahari ini menjadi salah satu tujuan liburan favorit di Banyuwangi.

Selain pengamatan Nemo, even ini juga menggelar edukasi bahari bagi 250 pelajar sekolah dasar yang berada di sekitar Pantai Bangsring.

Salah satu edukasi yang diberikan adalah pengenalan jenis-jenis ikan seperti ikan tangkap dan ikan hias maupun yang dilindungi.

Baca Juga: Bising Kota Malang Tiba-tiba Hilang di Tempat Ini

Juga ada atraksi menarik lainnya yang ditunggu para pengunjung, yakni menari Gandrung di bawah laut. Tarian yang menjadi salah satu ikon Banyuwangi ini sukses dibawakan oleh 23 penari dan pemain musik tradisional didasar laut Bangsring.

Mereka menari di kedalaman 10 meter selama 10 menit dengan kostum Gandrung yang dilengkapi perlengkapan menyelam.

Sementara itu, Kepala Balitbang KKP Zulfichar mengaku terkesan. Even ini merupakan terobosan model pariwisata dimana pemerintah daerah berkolaborasi dengan kelompok nelayan konservasi mengemas sebuah even yang sangat menarik.

“Proses transformasi yang terjadi dari nelayan pembom ikan menjadi pelaku konservasi hingga menjadi pariwisata massif adalah hal yang sangat luar biasa," kata Zulfichar.

Ditambah lagi dengan dukungan pemerintah daerah yang bisa mendorong kemajuan sektor pariwisata, sehingga ini menjadi sebuah inspirasi yang bisa menjadi contoh untuk daerah lain.

Ketua Nelayan Samudra Bakti sekaligus  pengelola Bangsring Underwater Ikhwan Arief mengatakan dirinya selalu mengajak dan memotivasi nelayan di Indonesia untuk menjaga ekosistem laut.

Baca Juga: Jambuluwuk Bromo Resmi Hadir, Ini Konsep dan Daya Tariknya

"Karena, dengan cara ini nelayan bisa menjadi lebih sejahtera. Sudah saya buktikan," kata Ikhwan.

Sejak 2012, Samudra Bakti bersama Kementrian Pariwisata dan Kementrian Kelautan dan Perikanan dipercaya mendampingi nelayan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pendampingan itu untuk melakukan konservasi laut dan pengembangan pariwisata bahari. Mulai dari Raja Ampat, Wakatobi, Manokwari, hingga Bawean. 

 

Penulis/Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.