Selasa, 16 Jun 2026 23:03 WIB

Bangunan Kuno di Proyek Tol Malang Disebut Altar Pra Majapahit

Bangunan kuno yang ditemukan di proyek Tol Malang-Pandaan
Bangunan kuno yang ditemukan di proyek Tol Malang-Pandaan

jatimnow.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur memastikan bahwa struktur bangunan yang ditemukan di proyek Tol Malang-Pandaan merupakan situs cagar budaya.

Kepala BPCB Jawa Timur Andi Muhammad Said mengatakan, berdasarkan hasil kajian dari batu bata dan barang-barang temuan yang telah dilaporkan, dipastikan bangunan kuno itu menjadi bagian dari situs cagar budaya.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Itu bangunan situs altar. Itu sudah clear, pintu paduraksa juga sudah clear temuan awal," ujar Andi ditemui usai rapat dengan Pemkab Malang dan PT Jasamarga Pandaan-Malang, Selasa (19/3/2019).

Terkait bangunan altar, Andi menyebut bahwa bangunan itu sudah dibongkar saat warga sudah mendiami permukiman zaman dahulu di era Belanda.

"Jadi masa pemukiman zaman dulu saat jadi Kampung Ngadipuro di zaman Belanda itu, masyarakat sudah di situ sudah mengambil (batu batanya) untuk dipakai rumah," terangnya.

Selain struktur bangunan tadi, temuan-temuan berupa koin uang kuno dan anting emas juga menguatkan itu merupakan suatu kompleks bangunan di era sebelum Kerajaan Majapahit.

"Itu era sebelum Majahapit, karena ada koin dinasti song 10-11 sebelum Majapahit," bebernya.

Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Namun untuk memastikan bentuk bangunan, BPCB masih mengejar konstruksi altar di sisi timur laut yang ditargetkan akan selesai Rabu (20/3/2019).

"Kita targetkan hari ini clear, tapi kalau tidak selesai karena hujan, ya besoklah," tambahnya.

Sementara, Arkeolog BPCB Wicaksono Dwi Nugroho menyebut, bangunan kuno yang berada di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu berstruktur memanjang dan meluas bahkan hingga jarak sekitar 24 meter dari titik temuan awal.

"Kedalaman struktur bata mencapai 30 sampai 50 cm," ungkap Wicaksono.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Menurutnya, bangunan kuno itu terdiri dari gapura, halaman dan bangunan utama seperti pendopo yang luas.

"Pondasinya batu bata, dindingnya kayu, atasnya icuk. Ada pintu gerbang di depan lebarnya 80 cm, kemudian ada latar (halaman) kemudian masuk ke bangunan utama di tengah menyerupai pendopo," jelasnya.

Dari orientasi bangunan tersebut, bangunan kuno itu menghadap ke arah barat laut tepatnya searah dengan Gunung Semeru dan membelakangi Gunung Kawi.

"Ini agak menarik menghadap Semeru. Di mana orang zaman dahulu menyakini gunung itu tempat dewa-dewa bersemayam," lanjutnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.