Senin, 08 Jun 2026 01:01 WIB

Bisnis Perhotelan di Banyuwangi Kian Menjamur

  • Penulis :
  • | Rabu, 04 Apr 2018 09:06 WIB
Kepala Disbudpar Banyuwangi Yanuar Bramuda
Kepala Disbudpar Banyuwangi Yanuar Bramuda

jatimnow.com Investasi perhotelan, homestay, restoran dan kafe kian menjamur di Kabupaten Banyuwangi. Ini menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat di Bumi Blambangan itu menunjukkan angka pertumbuhan positif.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Yanuar Bramuda mengatakan hingga bulan ini di Kabupaten Banyuwangi ada tambahan sekitar 600-700 kamar hotel. Pertambahan itu menyusul setelah diresmikannya empat hotel baru di Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

“Empat hotel baru itu adalah Hotel Illira, Hotel Alila, Ketapang Indah dan el-Royale. Home stay juga tumbuh dari 244 di tahun 2011 menjadi hampir 800 di tahun 2018. Ini menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat juga tumbuh,” kata Yanuar kepada jatimnow.com, Rabu (4/4/2018).

 Menurut Yanuar, sejak tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah mendorong untuk pembangunan hotel-hotel kelas bintang.

 Dengan begitu, adanya hotel berbintang juga mengundang para wisatawan dari luar daerah yang masuk ke Banyuwangi. Mereka tidak hanya berekreasi, tapi juga bisa melakukan meeting, incentive, convencions, and event (MICE).

 “Otomatis sumbangan PAD meningkat, dulu kita hanya dapat Rp 8 miliar, sekarang kita sudah Rp 22 miliar,” jelasnya..

 Sedangkan untuk tingkat okupansi (hunian) hotel dan home stay berada di atas angka 80 persen.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Sementara, untuk restoran dan kafe yang mengalami peningkatan 300 persen lebih, tersebar di beberapa wilayah lokasi wisata di Kabupaten Banyuwangi.

Selain bisnis perhotelan, pemkab juga mendorong pertumbuhan restoran maupun kafe. Sebab, ini akan lebih memaksimalkan perolehan pemasukan dari sektor pajak sebesar 10 persen per satu pengunjung restoran atau kafe.

“Karena antara orang makan dengan orang menginap itu lebih banyak orang makan sebetulnya. Sehingga tingkat pengembalian dari makan atau pajak 10 persen itu lebih tinggi,” katanya.

Ke depannya, Ia berkomitmen untuk mengembangkan pajak sistem online, karena selama ini belum semua pajak menerapkan sistem online.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

 

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.