Selasa, 16 Jun 2026 16:09 WIB

Penemuan Benda Kuno di Proyek Tol Malang, Warga Jual ke Kolektor

Arifin tunjukkan barang kuno yang didapatkannya
Arifin tunjukkan barang kuno yang didapatkannya

jatimnow.com - Penemuan barang-barang kuno di proyek Tol Malang diakui warga telah lama dilakukan. Muhammad Arifin, salah seorang warga Desa Sekarpuro mengatakan jika bulan Oktober 2018 sudah ada penemuan benda-benda kuno baik berupa koin, gerabah, guci, bahkan bokor yang berlapis emas.

"Itu sebenarnya sudah lama penemuan benda-benda kuno sudah 6 bulan lalu. Tapi lokasinya sekitar 400 meter dari penemuan situs bangunan saat ini," ujar Arifin ditemui jatimnow.com, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Ia pun tertarik untuk mencari barang-barang kuno lantaran mendapatkan informasi dari saudaranya yang juga bekerja di proyek Tol Malang-Pandaan adanya penemuan benda kuno tersebut.

"Ya akhirnya ikut nyari sampai kerja sebagai mebel ini beberapa hari saya tinggal. Itu pertama kali nyari di sekitar pos jaga," lanjutnya.

Arifin juga mengisahkan dari beberapa penemuan banyak yang dijual ke kolektor atau pengepul benda kuno yang memang banyak datang ke Desa Sekarpuro.

"Banyak yang sudah dijual, bahkan ada yang nemu berlian juga kayaknya juga dijual. Jauh sebelum penemuan bangunan ini. Wong emas saya ini juga ditawar kolektor mau dibeli Rp 4 juta tapi saya tidak mau," terangnya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Bahkan Ia mendengar cerita ada pekerja proyek dan warga yang menjual hampir 40 kilogram koin-koin kuno bertuliskan huruf Cina.

Arifin juga memperlihatkan temuan benda-benda kuno yang didapat mulai dari gerabah, guci yang sudah tidak utuh, koin kuno, serpihan keris, nampan, bahkan hingga yang termahal menyerupai anting-anting berlapis emas dengan berat 4 gram.

Terkait himbauan kepada warga yang menemukan untuk mengembalikan ke negara, Arifin mengaku tidak keberatan asalkan bisa dihargai pantas jerih payahnya mencari.

"Jujur kalau saya tidak pernah menjual mas. Kalau ada yang minta saya kasihkan. Kemarin ada mahasiswa UM yang minta untuk pembelajaran ya saya kasihkan. Tapi kalau emasnya mbok ya dibeli dengan layaklah," pintanya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.