Kamis, 18 Jun 2026 13:19 WIB

Hoaks Legalisasi Perzinahan, Tim Jokowi: Polisi Harus Tindak Tegas

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 12 Mar 2019 20:18 WIB
Ketua TKD Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (kiri)
Ketua TKD Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (kiri)

jatimnow.com - Video 'ceramah' berisi tudingan pemerintah akan melegalkan perzinahan dan ajakan mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebar luar di media sosial.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin meminta polisi bertindak tegas terhadap siapapun yang terlibat dalam rekaman video itu, terutama dua pria yang terekam sedang 'ceramah'.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Dua pria dalam video yang terus diperiksa itu adalah Supriyanto, ustaz yang juga merupakan Ketua Muhammadiyah Kalibaru dan pendampingnya Imam Suherlan selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalibaru yang juga menjabat Ketua DPC PAN Kalibaru, Banyuwangi.

"Kejadian di Banyuwangi ini menurut saya tidak masuk akal. Ini dia sehat, tapi pemahamannya tidak waras, akalnya yang tidak waras," ujar Machfud Arifin, Selasa (12/3/2019).

Baca juga:  

Pengawas pemilu maupun aparat kepolisian menurutnya harus bertindak terhadap orang-orang yang menyebarkan fitnah dan hoaks.

Mantan Kapolda Jatim ini mencontohkan kasus di Kerawang, Jawa Barat. Polisi menindak tegas emak-emak yang menyebarkan hoaks, Jokowi bakal legalkan LGBT jika menang.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Seperti kasus di Kerawang itu bisa menjadi yurisprudensi. Kalau di Kerawang bisa, kenapa di Banyuwangi tidak. Polisi nggak usah takut, harus bertindak tegas, supaya menjadi efek jera bagi siapa pun," tegasnya.

Mantan Kapolda Jatim ini menambahkan, kasus hoaks dan fitnah di Banyuwangi sudah selayaknya ditangani polres atau polda.

"Harus ada asistensi dari polda," terangnya.

Menurutnya, fitnah terhadap Jokowi atau kabar hoaks saat ini santer dan semakin gila. Katanya, lawan Jokowi yang paling berat adalah semburan-semburan fitnah.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Semburan-semburan fitnah harus dihentikan dengan melakukan tindakan hukum yang tegas. Supaya menjadi pembelajaran bagi pihak lain yang mempunyai pemikiran sama," jelasnya.

Polres Banyuwangi sudah memeriksa intensif Ustaz Supriyanto dan Imam Suherlan, dua pria yang terekam video tersebut hingga Selasa (12/3/2019). Hasil sementara pemeriksaan terungkap bahwa video itu sudah terdapat unsur menyebarkan berita bohong atau hoaks serta ujaran kebencian.

Kendati begitu, hingga pukul 20.00 Wib, keduanya masih berstatus saksi terlapor dan belum ditetapkan menjadi tersangka oleh Penyidik Satreskrim Polres Banyuwangi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.