Senin, 15 Jun 2026 20:50 WIB

Mengintip Keseharian Kompol Dies Ferra, Kapolsek Cantik di Surabaya

  • Penulis :
  • | Senin, 02 Apr 2018 18:40 WIB
Kompol Dies Ferra pada saat berpatroli
Kompol Dies Ferra pada saat berpatroli

jatimnow.com- Jarum jam masih menunjukan pukul 05.30 Wib. Namun, Dies Ferra Ningtyas sudah terjaga. Setelah mengenakan seragam kerjanya, Ferra- sapaan akrabnya, tak lantas bersantai.

Sebab, dia harus mengurus perlengkapan sekolah dua anak perempuannya, yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). 

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Tepat pukul 06.00 Wib, Ferra kemudian memasuki mobil berikut kedua anaknya itu. Ia mengantarkan dua bocah kecil kesayangannya itu ke sekolahnya.

Setelah mengantar anak, Ferra langsung kembali ke Mako untuk menjalankan tugas negara sebagai Kapolsek Bubutan, Polrestabes Surabaya. 

"Ya begini ini keseharian saya. Selain bertugas sebagai kapolsek, saya juga harus bisa membagi waktu dengan keluarga. Terutama anak-anak saya yang masih butuh banyak bimbingan," kata Alumnus AKPOL (Akademi Kepolisian) tahun 2005 yang berpangkat kompol ini. 

Setelah tiba di kantornya, Ferra tak lantas diam. Dia langsung memeriksa kelengkapan anggotanya. Belum lagi memeriksa sejumlah berkas yang menumpuk di meja kerjanya.

Tepat pukul 08.00 Wib, Ferra harus memimpin apel pergantian personil dan merencanakan semua tugas anggotanya sesuai fungsinya masing-masing. 

"Yang penting bagi saya adalah menjaga stamina agar tetap sehat dan bugar. Kemudian selalu smile, baik kepada anggota maupun masyarakat," terang perempuan 34 tahun asli Asemrowo, Surabaya ini. 

Ferra, bukanlah sosok pemimpin yang betah duduk dan berdiam di meja kerja. Sebab hampir setiap hari, dirinya selalu menyempatkan berpatroli, baik dengan bersepeda maupun motor untuk menyapa warga.

Ia juga selalu memberikan pesan-pesan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) kepada warga yang ada di wilayah hukumnya itu. 

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Selain itu, Ferra juga sudah menjadwalkan kampanye anti kekerasan terhadap anak, narkoba dan kriminalitas ke semua sekolah di wilayah Bubutan.

Perempuan berparas cantik inipun menjadi terkenal di Bubutan. Apalagi, Ferra tercatat sebagai kapolsek perempuan pertama di Polsek Bubutan. 

"Turun ke tengah-tengah masyarakat, membaur dan menyapa mereka sangat penting bagi saya. Karena dengan saling mengenal, pesan-pesan kamtibmas yang kita kampanyekan, akan mudah diterima masyarakat," imbuh Ferra. 

Lantas berapa jam Ferra melakukan aktifitasnya setiap hari? Kepada jatimnow.com Ferra mengungkapkan, tidak ada ukuran waktu bagi polisi untuk melayani masyarakat. Sebab, kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat, dibutuhkan atau tidak tetap wajib dilakukan.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Namun begitu, Ferra tidak menampik jika dirinya kadang mengambil cuti untuk berkumpul dengan keluarga. 

"Quality time dengan keluarga sangat penting untuk me-refresh tenaga dan fikiran kita agar kembali fight," tutup Taruni Pertama di Akademi Kepolisian ini.

 

Reporter: Narendra Bakrie

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.