Rabu, 17 Jun 2026 22:40 WIB

4 Ogoh-ogoh Disiapkan Sambut Tawur Agung di Mojokerto

Pembuatan ogoh-ogoh di Mojokerto
Pembuatan ogoh-ogoh di Mojokerto

jatimnow.com - Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Sama 1941, Pura Sasana Bhina Yoga di Dusun Sumberrejo, Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto menyiapkan dua ogoh-ogoh untuk persembahyangan tawur agung.

Pembuatan dua ogoh-ogoh ini memakan waktu selama dua pekan. Ogoh-ogoh yang dibuat adalah Hanoman dan Rahwana dengan tinggi sekitar 1,5 meter.

Pengempon Pura Sasana Bhina Yoga, I Kadek Warnata mengatakan, untuk pekerjaan pembuatan dua ogoh-ogoh memakan waktu selama dua pekan.

"Dua minggu sudah berjalan, setiap sore kita kerjakan bersama karang taruna pura, muda-mudi mulai dari awal kita siapkan bahan-bahan seperti besi, alat las, bambu, ram besi dirangkit untuk membentuk tubuh ogoh-ogoh," katanya, Selasa (05/03/2019).

Tidak ada kesulitan untuk membuat dua ogoh-ogoh karena kerja sama umat Hindu Dharma yang ada di Pura Sasana Bhina Yoga.

"Karena sudah ada bidangnya yang cekatan dan sudah biasa membuat ogoh-ogoh," tukas Kadek.

Pemangku Pura Sasana Bina Yoga, Katiran Yudyanto menambahkan, ogoh-ogoh disiapkan untuk persiapan Banten Caru. Banten Caru ini adalah untuk menetralisir alam semesta. Jadi diberikan kepada buta kalo (raksasa rahwana).

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto



"Jadi dalam upacara tawur kesanga itu adalah upacara pensucian alam semesta yang tujuannya di dalam kita nanti melaksanakan Catur Brata penyepian ini bisa bersih, suci, lahir dan batin. Pensucian ini adalah pensucian Bhuana Alit dan pensucian Bhuana Agung, Bhuana Alit adalah diri manusia," jelasnya.

Ogoh-ogoh ini dibuat untuk menetralisir semesta alam dari buta kalo di sekitar waktu Catur Brata penyepian.

"Untuk menetralisir supaya buta kalo yang ada di sekitar kita ini menjauh tidak mengganggu dalam pelaksanaan kita menjalani cattur Brata penyepian," tandas Katiran.

Perlu diketahui, untuk Catur Kesanga akan ada empat ogoh-ogoh yang dibuat. Dua dari Pura Sasana Bhina Yoga, satu dari Pura Manunggal Jati, Pungging dan satu dari Pura Ranu Ploso, Gondang yang akan dibawa di Stadion Gelora Gajah Mada besok, Rabu (6/3/2019).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.