Rabu, 17 Jun 2026 16:58 WIB

Catut 5 Pejabat Banyuwangi dalam Kasus Pengadaan Buku Sekolah 52 SD

Ahmad Taufiqul Hidayat
Ahmad Taufiqul Hidayat

jatimnow.com - Terpidana kasus pengadaan buku sekolah di 52 SD/MI, Ahmad Taufiqul Hidayat (47) mencatut beberapa nama pejabat di Pemkab Banyuwangi yang diduga terlibat.

Dalam kasus korupsi ini, pria beralamat di Jalan Agung Kecamatan Genteng itu mengaku sebagai marketing sebuah perusahaan dalam pengadaan buku sekolah di 52 SD/MI se Banyuwangi. Anggaran untuk pengadaan buku di 52 sekolah tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2007 untuk sekolah. Untuk masing-masing sekolah angkanya mencapai Rp 100 juta.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Lima nama pejabat di lingkungan Pemkab Banyuwangi, oleh Taufiq disebut bernama Khoirullah. Saat itu bertugas pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Banyuwangi. Kini, kata dia, bertugas di Pemkab Banyuwangi.

Setelah itu, ada Tri, Muksin, Juni, dan Sukiman serta Khoirullah. Kelima orang tersebut merupakan pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dibawah naungan Dinas Pendidikan Banyuwangi.

"Saya didzolimi. Sebenarnya otak dibalik korupsi DAK tahun anggaran 2007 itu Khoirullah, UPTD Genteng, sekarang posisi kerjanya di Pemda," sebut Taufiq di Kejari Banyuwangi, Rabu (27/2/2019).

Baca juga:  Kejaksaan Eksekusi DPO Pengadaan Buku Sekolah 52 SD di Banyuwangi

Dalam praktiknya, dari 52 sekolah SD/MI tersebut, Taufiq mengaku hanya mengkondisikan 47 sekolah. Dan 5 sekolah lainnya di kondisikan oleh seseorang yang disebutnya bernama Bambang.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Melalui 47 Kepala Sekolah itu, dirinya yang mencarikan dan mengumpulkan Surat Pesanan (SP) untuk proyek DAK atas perintah dari Faisal. Selaku rekan Taufiq di PT Bumi Asri yang mendapat proyek pengadaan buku sekolah.

Setiap sekolah mendapatkan dana yang bersumber dari DAK tahun 2007 sebesar Rp 100 juta. Namun, hanya diberikan sebesar Rp 70 juta atau 70 persen. 30 persen sisanya dibagi-bagi kepada orang-orang yang terlibat. Termasuk uang untuk pembayaran pajaknya.

"Dia (Faisal, red) minta masing-masing kepala sekolah yang mendapat SP diikat uang Rp 1 juta. Terus Khoirullah itu minta Rp 25 juta," katanya.

"Jadi saya hanya tinggal mengambili SP, SP tersebut yang sudah dikoordinir oleh Khoirullah," imbuhnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Setelah Surat Pesanan (SP) terkumpul, dirinya diperintah untuk mengantarkannya ke Surabaya dan di take over oleh Faisal kepada PT Pustaka Sarana Media, yang dipimpin oleh Bambang.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.