Minggu, 14 Jun 2026 14:24 WIB

Curhatan Orangtua Fendik yang Dihabisi Istri Dengan Palu

Suhartutik, ibu Fendik Tri Oktasari . Korban pembunuhan oleh istrinya sendiri.
Suhartutik, ibu Fendik Tri Oktasari . Korban pembunuhan oleh istrinya sendiri.

jatimnow.com - Orang tua Fendik Tri Oktasari (27), warga Sawah Gede 1 No.32, Kedurus, Karangpilang Surabaya, mengaku tidak menyangka atas tindakan menantunya Desy Ayu Indriani.

Fendik tewas ditangan istrinya dengan cara dipukul palu di ruang tamu rumahnya, saat anak-anaknya tengah tidur.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Ibu Fendik, Suhartutik (52), mengaku padahal selama ini rumah tangga anaknya terkesan harmonis, begitu pula ia juga sangat perhatian kepada Desi.

Atas kejadian ini, Suhartutik berharap Desi dihukum seberat-beratnya karena tindakan kejam terhadap anaknya.

"Saya sangat-sangat tidak menyangka Desi sekejam itu, padahal setiap Minggunya saya menjenguk kerumahnya. Karena sebagai orang tua, wajar jika saya perhatian kepada rumah tangga anak," tegas Suhartatik, Minggu (1/4/2018)

Tatik panggilan akrab Suhartatik sering bertanya kepada Desi apakah dalam berumah tangga, apa ada masalah?

"Saya sering tanya kepada Desi apakah ada masalah dia menjawab tidak. Saya kira mereka tidak ada masalah tapi kok bisa seperti ini sampai anak saya dibunuh, saya tidak menduga," terang Tatik.

Tatik mengatakan bahwa dirinya juga sering memberi tambahan uang belanja kepada Desi, karena ia berfikir kalau kerjaan Fendik sebagai buruh dengan penghasilan tak menentu.

"Saya pikir anak saya tidak bisa mengasih nafkah lebih jadi saya bantu, coba tanya anaknya apa dia pernah minta kepada ayah ibunya untuk membeli sepatu atau buku, saya mencoba mencukupinya," kata Tatik.

Baca juga: Tewas di Ruang Tamu, Mulut Fendik Dilakban

Saat ditanya jatimnow.com, sesuai pengakuan tersangka yang tega membunuh suaminya sendiri karena prahara rumah tangga, atau memiliki wanita idaman lain. Tatik meyakini bahwa tidak pernah mendengar informasi seperti itu.

"Saya tidak pernah mendengar kabar itu, begitu juga Desi sering saya tanyain apa ada masalah. Kalau ada masalah ceritakan jangan di simpan sendiri," tuturnya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Dengan adanya kejadian ini Tatik berharap tersangka dihukum seberat-beratnya karena selain tega membunuh juga memanipulasi kematian korban.

"Kalau bisa di hukum seumur hidup, anak saya bukan binatang. Saya sangat sayang, dulu waktu kecil saya yang merawat hingga besar gitu," tegas Tatik.

Baca juga: Astaga, Fendik Ternyata Dibunuh di Ruang Tamu oleh Istrinya Sendiri

Sementara itu, Slamet Sri ayah Fendik, mengaku usia pernikahan Fendik dan Desi sudah berusia 9 tahun, dan memiliki dua orang anak. Slamet mengaku meski mereka sedang bertengkar tapi tidak sampai ada pertumpahan darah.

"Meski sebelumnya bertengkar tapi cepat reda," terangnya.

Saat Slamet ditanya apa harapan atas kasus pembunuhan hingga meregang nyawa Fendik? Ia berharap pelaku dihukum seumur hidup.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

"Ya saya harap kalau dilakukan sendiri dihukum seumur hidup," tegasnya.

Untuk diketahui, kedua anak dari Fendik  dan Desi saat ini di asuh Suhartatik.

Kapolsek Karangpilang, Kompol Noerijanto mengatakan akan mengembangkan kasus kematian Fendik, apakah kejadian itu murni dilakukan tersangka sendirian atau atas bantuan irang lain.

"Kami akan terus kembangkan kasus ini. Kami akan telusuri apakah ada bantuan orang lain kepada tersangka saat membunuh suaminya," tutur kompol Noerijanto.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.