Rabu, 17 Jun 2026 00:49 WIB

Warga Tuntut Pabrik Pengolahan Limbah Beracun di Mojokerto Dibongkar

  • Penulis :
  • | Rabu, 20 Feb 2019 14:58 WIB
Sejumlah warga menggelar unjuk rasa di depan pabrik pengolahan limbah beracun di Mojokerto
Sejumlah warga menggelar unjuk rasa di depan pabrik pengolahan limbah beracun di Mojokerto

jatimnow.com - Ratusan warga dari lima dusun di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto menggelar unjuk rasa di depan pabrik pengolahan limbah dari bahan berbahaya dan beracun (B3).

Warga tampak membawa poster dan banner dengan tulisan yang mengecam dan meminta pengelola segera membongkar gedung yang diduga menimbun limbah B3 di bawah gedung-gedung bangunan tersebut.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Koordinator aksi, Heru Siswoyo mengatakan, warga menuntut agar pabrik itu dibongkar karena di bawah gedungnya terdapat ribuan ton limbah B3 berbagai jenis.

"Tuntutan utama adalah timbunan di bawah gedung pabrik. Aktivitas pabrik dimulai 2010, setelah itu 2014 mendapatkan izin. Pembongkaran sudah disepakati oleh KLHK, DPR RI dan pabrik ini pada Desember 2016 belum terealisasi," paparnya, Rabu (20/02/2019).

Pendemo yang didominasi ibu-ibu ini berorasi di depan pabrik dengan memakai pengeras suara. Pendemo bahkan melakukan istighosah di bawah guyuran hujan.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Masih kata Heru, imbas dari pengolahan limbah ini sangat merugikan warga yang ada di sekitar pabrik yaitu lima dusun antara lain Dusun Kedungpalang, Sumberwuluh, Sambigembol, Lakardowo dan Selang.

"Imbasnya yang pertama gangguan asap, debu dan yang paling fatal adalah kualitas air. Kami memantau 100 sumur di Lakardowo, hasilnya 80 persen TDS di atas baku mutu," ungkapnya.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Pria gondrong ini menambahkan, sebanyak 61 jenis limbah B3 yang ditimbun oleh pabrik pengelola tersebut, di antaranya limbah medis, kertas, bottom as dan limbah cair. Dari jumlah itu, hanya berapa persen yang dikelola atau dimanfaatkan.

Reporter: Achmad Supriyadi

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.