Jumat, 19 Jun 2026 13:29 WIB

Penindakan Kasus Narkoba hingga Kelayakan Lapas di Jatim Disorot DPR

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa (dua dari kiri) saat berkunjung ke Mapolda Jatim, Senin (18/2/2019)
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa (dua dari kiri) saat berkunjung ke Mapolda Jatim, Senin (18/2/2019)

jatimnow.com - Dalam lawatannya ke Jawa Timur, Senin (18/2/2019), Komisi III DPR RI mencatat sejumlah hal yang masih perlu dibenahi oleh kepolisian, BNN, Kejaksaan, Pengadilan hingga Kemenkumham.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa di Mapolda Jatim, Senin (18/2/2019) siang. Kunjungan kali ini dilakukan untuk meninjau dan mengevaluasi kinerja penegakan hukum di wilayah Polda Jatim.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dalam kunjungannya tersebut, Desmond menyampaikan ada 7 ribu kasus pelanggaran hukum yang belum inkrah di Jawa Timur.

"Di situ juga banyak catatan. Catatan ini tentang sekitar 7 ribu (kasus) yang hari ini tindak pidana yang belum selesai ada di tangan kepolisian, kejaksaan dan di peradilan," beber Desmond.

Dari 7 ribu kasus tersebut, kasus narkotika yang paling menjadi sorotan bagi Komisi III. Sebab menurut Desmond, Surabaya menjadi pintu masuknya para pengedar atau penjual barang haram seperti narkoba menuju wilayah Indonesia Timur.

"Karena di tempat ini ada pelabuhan ke tujuan-tujuan di sana," tegasnya.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

Kendati demikian, Desmond berharap Polda Jatim dan BNNP Jatim bisa bekerjasama untuk melakukan pencegahan terhadap keluar masuknya obat-obatan terlarang itu dari hulu ke hilir.

"Harusnya Polda Jatim dan BNNP tidak sekedar melakukan penindakan terhadap narkoba, tapi juga mencegah keluar lagi narkoba itu ke daerah lain. Bentuk kerjasama dari hulu ke hilir," lanjutnya.

Selain itu, ia juga membahas tentang kelayakan lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun anggaran biaya makan dan minum para tahanan. Karena selama ini, sejumlah lapas dinilai melebihi kapasitas.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

"Tentunya ini sudah ada berapa banyak utang-utang Kemenkumham di bidang urusan makan minum lapas ini. Kalau enggak over kapasiti kan bukan masalah yang biasa lagi, ini sudah luar biasa," kata dia.

Di tahun 2017, masih kata Desmond, Kemenkumham meminta kebijakan kepada Komisi III di bidang anggaran dan salah satu hutang yang harus dibayar kementerian itu sebanyak Rp 4,3 Triliun.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.