Jumat, 19 Jun 2026 18:32 WIB

Polisi Telusuri Transaksi Rp 4 Miliar 'Staf Kementerian Setneg RI'

  • Penulis :
  • | Sabtu, 31 Mar 2018 15:30 WIB
Petugas menunjukkann tersangka dan barang bukti yang disita.
Petugas menunjukkann tersangka dan barang bukti yang disita.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

jatimnow.com - Penipuan yang dilakukan Gandhi Pradikta tidak main-main. Betapa tidak, dari tabungan milik Gandhi, penyidik mendapati transaksi senilai Rp 4 miliar.
 
Diduga kuat jumlah transaksi fantastis itu merupakan hasil dari menipu. Mengingat, pria 32 tahun asal Jalan Ikan Banyar 18, Karangrejo, Banyuwangi itu, merupakan pengangguran. 
 
Lantas kemana uang sekitar Rp 4 miliar itu mengalir mulai 2016 hingga Maret 2018? Dalam pengakuannya Gandhi menyebut, uang itu untuk biaya operasionalnya menipu.
 
Mulai dari sewa mobil mewah, booking hotel, hingga foya-foya (dugem). Namun penyidik tidak percaya begitu saja. 
 
 
"Kami akan terus telusuri aset milik tersangka (Gandhi, red). Jika memang ada, tentu akan kami lakukan penyitaan," sebut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Sabtu (31/3/2018). 
 
Upaya penelusuran aset milik Gandhi itu, juga berfungsi untuk menjerat Gandhi dengan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
"Tetap kami berusaha untuk mengarah ke jeratan undang-undang (TPPU) itu," tegas Sudamiran. 
 
Dalam mencari calon korban, Gandhi melakukannya secara acak. Untuk itu, dirinya menyewa mobil mewah sedan BMW hitam DK 116 FS yang disewanya per bulan Rp 90 Juta.
 
Gandhi kemudian nongkrong di mal atau restoran tempat orang-orang kaya biasa nongkrong. 
 
Ketika berkenalan dengan calon korban, Gandhi menunjukkan ID Card Staf Kementerian Sekretariat Negara RI palsu yang dibawanya. Padahal, ID Card , sejumlah stempel dan dokumen yang dibawa Gandhi, semuanya palsu. 
 
"Setelah korban percaya, korban dimintai uang sesuai tarif yang ditentukan oleh tersangka. Jumlahnya beragam. Contohnya korban yang dijanjikan anaknya masuk TNI AL, sudah memberikan uang kepada tersangka sebanyak Rp 130 Juta," beber Sudamiran. 
 
Total sementara, korban Gandhi sebanyak 80 orang yang terdiri dari barbagai kota di Jawa Timur. Baik Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Jember, Madiun dan lain-lain.
 
Sedangkan dari 80 korban itu, 20 korban diantaranya merupakan warga Kota Surabaya. "Kami harap para korban segera melapor," tutup Sudamiran.
 
Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.