Kamis, 18 Jun 2026 22:57 WIB

Pelajar di Ponorogo Ubah Daun Pohon Beringin Jadi Obat Nyamuk Elektrik

Ke 3 siswa SMA 1 Muhamadiyah berinovasi membuat obat nyamuk elektrik dari alam.
Ke 3 siswa SMA 1 Muhamadiyah berinovasi membuat obat nyamuk elektrik dari alam.

jatimnow.com - Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah (DB) membuat semua warga bergerak. Tidak terkecuali 3 siswa SMA 1 Muhamadiyah (Muhipo) berinovasi membuat obat nyamuk elektrik dari alam.

Ketiga siswa tersebut adalah M. Akif Tholibul Huda, Rifqi Fathil Alhamid, dan Hanifah Rana Zahirah. Ketiganya berhasil membuat mat (obat nyamuk elektrik) dari daun pohon beringin yang diberi label HAP MAT.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ini bikinan baru kami. Hampir berbarengan dengan KLB DB di Ponorogo," kata M. Akif Tholibul Huda, membuka percakapan dengan jatimnow.com, Rabu (13/2/2019).

Ia mengatakan, kemungkinan belum ada yang tahu jika daun pohon beringin memiliki kandungan anti insecta yang dapat meracuni nyamuk.

"Sedikit yang tahu kemungkinan. Saya dan dua teman lainnya kan juga coba-coba," jelas Akif, sapaan akrab M. Akif Tholibul Huda.

Menurutnya, ide awal sebenarnya karena melihat banyaknya daun pohon beringin yang memenuhi halaman sekolah mereka.

"Banyak pohonnya lalu saya cari literaturnya. Apa sebenarnya khasiatnya. Salah satunya anti insecta," bebernya.

Ketiganya kemudian melakukan percobaan. Berpuluh kali percobaan dilakukan ketiganya untuk dapat menghasilkan obat nyamuk elektrik dari daun beringin tersebut.

Mereka memerlukan limbah daun beringin yang berwarna kuning sebanyak 80 gram untuk dihaluskan, lalu ditambah 100 ml air. Air sulingan itu kemudian dipanaskan.

Sebelum mendidih ditambahkan 10 gram tepung kanji, kemudian dicetak lalu dipipihkan dan menyerupai dengan ukuran obat nyamuk elektrik yang saat ini beredar di pasaran. Setelah itu dikeringkan di bawah terik matahari selama sehari.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

"Setelah jadi baru kemudian diletakkan di wadah yang tersambung aliran listrik. Atau alat yang biasa digunakan untuk mengusir nyamuk dengan obat nyamuk eletrik buatan pabrik," sambung Rifqi.

Ia mengklaim, obat nyamuk elektrik ramah lingkungan karena bahan dasarnya dari limbah daun pohon beringin. Produk tersebut juga memiliki keunggulan dibanding obat nyamuk yang buatan pabrik.

Biasanya produk pabrik memakan waktu 21 menit untuk mulai bekerja mematikan nyamuk. Obat hasil temuan mereka hanya memerlukan waktu 19 menit. Dan obat tersebut mampu bekerja hingga delapan jam.

"Selain itu aromanya juga tidak membuat kita sesak napas. Karena aromanya harum seperti teh," klaimnya.

Hanifah Rana Zahirah menambahkan jika hasil temuan ini masih diproduksi dalam jumlah kecil. Mereka membandrolnya dengan harga Rp 5-8 ribu per paknya. Dengan rincian 1 pak berisi sepuluh keping.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

"Murah bukan? Hanya 5 ribu. Kalau dibanding obat nyamuk baisa," jelasnya.

Ia berharap, hasil temuan itu dapat diproduksi secara massal agar dapat membawa manfaat kepada orang banyak. Terlebih hasil temuan itu berbahan limbah yang ramah lingkungan dan tidak memiliki efek samping.

"Harapannya bisa membantu. Bisa diproduksi massal. Setidaknya meminalkan penderita DB di Ponorogo," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.