Selasa, 16 Jun 2026 11:26 WIB

KPU Sebut Mahasiswa Pendatang di Malang Belum Urus Pindah Pilih

Ketua KPU Kota Malang, Zainudin
Ketua KPU Kota Malang, Zainudin

jatimnow.com - Hingga menjelang batas akhir pendaftaran pindah pilih form A5 tahap pertama, ribuan mahasiswa di Kota Malang yang berasal dari luar Kota Malang belum juga melakukan pendaftaran.

Ketua KPU Kota Malang, Zainudin memastikan, pihaknya dan seluruh stakeholder di bawahnya belum menerima permintaan pindah pilih.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Laporannya belum ada yang mengurus. Masih kita tunggu sampai 17 Februari," ungkapnya, Selasa (12/2/2019).

Ia menegaskan mengurus pindah pilih tak bisa diwakilkan dan menjadi bagian dari kesadaran berdemokrasi para mahasiswa dan kaum intelektual.

Baca juga:  25 Ribu Mahasiswa Unibraw Terancam Tak Bisa Nyoblos di Pemilu 2019

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Tidak bisa diwakilkan kalau administrasi pindah pilih. Bisa mengurus di PPS di kantor kelurahan, PPK atau ke kantor KPU. Jadi tidak alasan kos mereka jauh dari sana. Ini karena kesadaran mereka mau apa nggak," tegasnya.

Terkait kemungkinan jemput bola administrasi pindah pilih, Zainuddin mengungkapkan hal itu cukup sulit lantaran jumlah kampus di Kota Malang yang mencapai 60-an.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Jumlah kampus di Malang ada 60-an, kalau satu dijemput bola yang lainnya menuntut kita yang kesulitan. Kita juga sudah ajak organisaai kemahasiswaan untuk mengajak teman-temannya," beber Zainudin.

Sejauh ini dari total jumlah mahasiwa di Universitas Brawijaya saja misalnya yang mencapai 55 ribu, 20 persennya berasal dari luar Jawa Timur dan pulau Jawa. Tentu momen sehari untuk pulang ke kampung halaman masing-masing cukup sulit lantaran jarak dan waktu tempuh yang jauh.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.