Kamis, 18 Jun 2026 01:20 WIB

Kemenkominfo: Berita di Medsos Tentang Pemilu 2019 Terbanyak Hoaks

Ferdinandus Setu plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo
Ferdinandus Setu plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo

jatimnow.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membeberkan data pada 2018 total berita hoaks yang ditemukan mencapai 62 konten. Sedangkan pada Januari 2019, mencapai 175 konten.

Ferdinandus Setu plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo mengatakan, keberadaan berita hoaks yang telah terdata oleh kementeriannya itu ditemukan hampir di seluruh platform media sosial (medsos).

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

"Dari 175 konten yang ada itu, 81 di antaranya merupakan berita hoaks yang berkaitan dengan Pemilu 2019. Bahkan di awal Februari ini, setidaknya sudah ada 15 berita hoaks yang ditemukan," terang Ferdinandus usai acara Expert Sharing di Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (8/2/2019).

Ia menyebut, berita hoaks itu ditemukan pada paltform medsos Twitter, Instagram, Facebook hingga tersebar ke WhatsApp.

"Dalam penyebaran berita hoaks itu biasanya disalurkan ke satu platform, kemudian disusul ke platform lainnya. Bayangkan, bulan Februari ini saja sudah ada 15 temuan," ungkap Ferdinandus.

Ferdinandus juga menambahkan, pihaknya telah mengelompokkan beberapa berita hoaks yang berdampak tinggi, termasuk hoaks tentang 7 kontainer surat suara tercoblos yang menjadi berita hoaks paling banyak ditemukan di Januari 2019.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

"Untuk 2019 ini, sementara yang paling banyak berita kemarin itu soal 7 kontainer surat suara tercoblos. Cukup tinggi itu di Januari kemarin," katanya.

Dari mengelompokkan yang dilakukan Kemenkominfo, 10 berita hoaks paling banyak pada 2018 satu di antaranya adalah Ratna Sarumpaet yang menduduki peringkat pertama sebagai berita hoaks yang paling tinggi.

"Kalau 2018 ada 10 berita hoaks yang tertinggi. Urutan pertama adalah berita Ratna Sarumpaet yang waktu itu heboh. Tapi untungnya cepat terungkap," imbuhnya.

Baca Juga: Stikes Maharani Malang Edukasi Pelajar Lawan Cyberbullying

Ferdinandus menegaskan, Kemenkominfo sudah men-take down ribuan akun yang terlibat dalam penyebaran berita hoaks. Kemudian, ribuan akun itu diserahkan ke kepolisian untuk dilakukan penegakan hukum.

"Kami tindaklanjuti dengan take down, sudah ribuan akun. Seluruh akun-akun yang terlibat itu kemudian dikirim ke Polri untuk penegakan hukumnya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.