Jumat, 19 Jun 2026 16:32 WIB

Prostitusi Online Artis

Mucikari Hingga Vanessa Angel Sudah Ditahan, Pengguna ke Mana?

Vanessa Angel saat berada di Polda Jatim beberapa waktu lalu
Vanessa Angel saat berada di Polda Jatim beberapa waktu lalu

jatimnow.com - Artis Vanessa Angel (VA) telah menjadi tahanan Polda Jatim usai ditetapkan tersangka kasus penyebaran konten asusila terkait prostitusi online.

Dia ditahan usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (4/2/2019). Vanessa dijerat dengan Pasal 27 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Meski Vanessa dan empat mucikari yang mengelola bisnis prostitusi online sudah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan, namun hingga, Rabu (6/2/2019), pengguna atau pemesan Vanessa belum tersentuh sedikitpun.

Pria berinisial R yang sebelumnya disebut polisi sebagai pemesan Vanessa, hingga kini sosoknya masih misterius. 

Bagaimana tanggapan dari pengamat hukum terkait kasus tersebut. Berikut hasil wawancara jatimnow.com dengan I Wayan Titib Sulaksana, Selasa (5/2/2019).

Bagaimana penilaian bapak terkait Pasal 27 ayat 1 UU ITE. Apakah pasal tersebut tepat untuk menjerat tersangka?

Tepat mas karena Vanessa sendiri secara sengaja mengirimkan gambar-gambar yang tidak pantas vulgar ke mucikari nya, dengan harapan dipublikasikan ke pelanggan, siapa tahu ada yang mau.

Jadi skalanya Vanessa itu memposting gambar-gambar vulgar seronok dirinya ke mucikari, nah selanjutnya oleh mucikarinya dipublikasikan, setelah ditelusuri oleh polisi ternyata pengakuan mucikarinya dikirim sendiri.

Kalau PSK nya bisa jadi tersangka. Apakah usernya bisa ditetapkan sebagai tersangka?

Kalau usernya tidak, karena user-nya itu dikasih foto tersebut. Nah, dia penikmat itu harus diperiksa, agar tahu bagaimana peran atau letak pelacurannya dimana, termasuk letak germonya dimana.

Jadi R yang disebut-sebut sejak awal itu juga harus diperiksa dan dipublikasikan. Harus itu, masak ada pelacuran itu tanpa penikmat.

Buka saja itu daftarnya mucikarinya. Jelas mucikarinya itu punya daftarnya, kalau ada yang tersinggung ya tinggal laporkan saja mucikarinya, gitu saja.

Mungkin ada pejabat, mungkin polisi, mungkin ada jaksa hakim siapapun yang jadi penikmat, dari uang segitu itu jelas dari uang gak genah itu. Uang korupsi uang kekerasan.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Kalau tidak dipanggil, tolong tanyakan ke penyidik. Hey penyidik masa ada prostitusi itu ada tanpa penikmat? Gak mungkin kan, nah jadi kalau tentang Vanessa itu jelas dia melanggar UU ITE itu jelas.

Nah kemudian kalau germonya memasarkan melalui ITE, lalu untuk menjerat germonya itu bagaimana? Harus ada saksinya, siapa saksinya yaitu penikmat, tanpa penikmat gak mungkin terjadi pelacuran mangkanya polisi jangan menyembunyikan, mungkin saja R itu orang hebat, atau seorang eksekutif atupun seorang legislatif.

Sampai sekarang, penyidik polda belum menyampaikan keterangan kepada publik tentang siapakah user PSK nya?

Perlu dong dipublikasikan, saat di sidang nanti bagaimana. Masak disidang pelacuran nanti berlangsung tertutup. Ya harus dipublis sekarang ini.

Tapi para artis yang diduga menjadi PSK, dipanggil semua oleh penyidik untuk diperiksa. Bagaimana penilaian bapak terhadap penanganan tersebut?

Penyidik berusaha menutupi saksi-saksi, ada yang tidak beres ini.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Apakah ada yang disembunyikan penyidik tentang siapakah user artis yang diduga sebagai PSK. Ataukah penyidik kesulitan untuk mengungkap siapa user artis PSK?

Ini diskriminasi atau ditutupi karena itu semua tergantung dari penyidik.
Harusnya publikasinya itu berbarengan, mengapa saya saat ini mempertanyakan kenapa polisi itu enggan mengungkapkan R itu siapa sebenarnya, tapi kalau Vanessa di publish kayak gitu, tapi R nya mana?

Jadi bukan karena Vanessa itu korban, jadi dia itu mengorbankan dirinya untuk diberlakukan seperti ini. Jadi kok bisa polisi tahu ada hubungan prostitusi tahu di Surabaya, tiba-tiba di grebek hebat kan mas?

Padahal usernya kan bisa diketahui dari bukti transfer pemesanan prostitusi online.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.