Kamis, 18 Jun 2026 23:06 WIB

Maruli Hutagalung Dukung Jokowi Kejar Pencucian Uang hingga ke Swiss

Maruli Hutagalung
Maruli Hutagalung

jatimnow.com - Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, ES Maruli Hutagalung, mendukung penuh upaya pemerintah memburu uang-uang haram yang disimpan dan dicuci di luar negeri, termasuk Swiss.

"Pak Jokowi punya komitmen dan aksi nyata memberantas korupsi serta pencucian uang. Penandatanganan perjanjian bantuan hukum timbal balik Mutual Legal Assistant (MLA) antara Indonesia dan Swiss pada 4 Februari lalu adalah momen yang bagus untuk untuk mengejar harta kekayaan hasil kejahatan yang disimpan di Swiss," kata Maruli di sela-sela peresmian "Posko Berani Berantas Korupsi" di Surabaya, Rabu (6/2/2019).

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Judol dan Pencucian Uang Jaringan Internasional

"Uang-uang haram yang selama ini disimpan dan dicuci di luar negeri harus dikembalikan untuk rakyat," tegas Maruli yang telah banyak menuntaskan kasus korupsi sepanjang karirnya di kejaksaan.

Maruli mengatakan, perjanjian MLA adalah dasar bagi aparat hukum untuk menuntut orang-orang yang melakukan korupsi dan bisnis "haram" di Indonesia lalu uangnya dibawa ke luar negeri, khususnya Swiss yang dikenal sebagai negara surga pajak (tax haven) di dunia. Dalam banyak analisis, uang dari Indonesia yang disimpan di luar negeri mencapai Rp 4.500 triliun.

"MLA tersebut menjadi semacam platform bagi Indonesia untuk lebih kuat dalam menegakkan hukum, terutama untuk mengusut tindak pidana pencucian uang. Di dalam MLA ada kerja sama mulai tahap penyidikan, penuntutan, maupun eksekusi terhadap putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap," jelas Maruli yang telah menyelamatkan Gedung Gelora Pancasila Surabaya senilai Rp 180 miliar.

Artinya, sambung Maruli, jika ada uang hasil kejahatan dari Indonesia yang disimpan di Swiss, langkah pengembaliannya lebih mudah. Selama ini, di negara surga pajak, Indonesia kesulitan mengusut pencucian uang karena keterbatasan akses. Dengan MLA ini Indonesia lebih leluasa dalam menyelidiki pencucian uang di luar negeri.

Baca Juga: OTT KPK di Jatim Deliknya Persis, Menjurus pada Madura Tempat Pencucian Uang?

"Bisa dirampas dan dikembalikan untuk Indonesia," ujarnya.

Menurut Maruli, keberhasilan perundingan MLA ini adalah catatan bersejarah bagi Indonesia sekaligus pintu masuk untuk menjajaki kerja sama mutual serupa dengan berbagai negara lain yang dikenal sebagai surga pajak.

"Nah ke depan MLA ini perlu diperluas dengan negara-negara surga pajak lainnya. Biar yang koruptor deg-degan semua. Kan itu ada Panama Papers dan Paradise Papers, nah ada namanya siapa di sana?" kata Maruli yang maju sebagai caleg DPR RI Dapil Surabaya-Sidoarjo dari Partai NasDem.

Baca Juga: OJK Ungkap 10 Modus Pencucian Uang

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.