Kamis, 18 Jun 2026 21:39 WIB

OTT KPK di Jatim Deliknya Persis, Menjurus pada Madura Tempat Pencucian Uang?

Anggota DPRD Jawa Timur Mathur Khusairi. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Anggota DPRD Jawa Timur Mathur Khusairi. (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - KPK menangkap Mantan Kepala Desa (Kades) asal Robatal, Sampang atas kasus dugaan korupsi. Kasus ini hampir berbarengan dengan ditangkapnya Wakil Ketua DPRD Jatim, pada hari yang sama, Kamis (14/12/22).

Masing-masing adalah, mantan Kades inisial H dan Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak. Keduanya diduga terjerat kasus korupsi yang saling berhubungan, yaitu alokasi dana hibah.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Anggota DPRD Jawa Timur Mathur Khusairi mengatakan bahwa transaksional dana hibah Pemprov ke daerah (Madura) itu diakuinya marak terjadi.

"Kalaupun Madura dipakai sebagai sasaran tempat untuk transaksi, ya memang (benar)," kata Mathur saat ditemui jatimnow.com, Kamis (15/12/22).

Menurut Mathur, berbicara soal Madura tempatnya transaksi antara pemprov dengan daerah, perkara sangat luar biasa.

"Terbukti di setiap kali saya reses, banyak aspirasi menyampaikan; 'pak setiap kali saya menginginkan bantuan, kok saya disuruh bayar sekian persen-sekian persen'," jelas anggota DPRD Jawa Timur Dapil Madura itu.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Sudah sering, lanjut Mathur, menyampaikan bahwa saat banggar maupun paripurna, terkait tata kelola dan kualitas yang diberikan pemprov ini harus seimbang untuk kemajuan masyarakat yang ada di Madura. 

"Sering saya melontarkan peringatan, Madura jangan dijadikan sebagai tempat pencucian uang," tegasnya.

Lebih dalam, pihaknya merinci, bahwa praktik-praktik transaksional sudah bukan rahasia lagi di Madura.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Jangankan aktivis dan media, para petani itupun paham dengan praktik itu, bahkan mereka juga diajak untuk berinvestasi dengan menjual sapinya," cetusnya.

Terkait kasus ini, semua pihak diharapkan turut mengawal dan tidak sedikitpun gentar.

"Mari kita coba mengikuti proses yang dilakukan KPK, bagaimana mengembangkan dan menyelidiki kasus ini," pungkasnya.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.