Rabu, 17 Jun 2026 10:38 WIB

Ini Dugaan Penyebab Tewasnya Pria di Pintu Air Irigasi Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 31 Jan 2019 17:30 WIB
Penemuan jenazah Muhammad Mahrus Ali
Penemuan jenazah Muhammad Mahrus Ali

jatimnow.com - Jenazah Muhammad Mahrus Ali (19) warga Kutu'an Rt. 01 Rw. 04, Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang tersangkut di pintu air sungai irigasi diduga karena korban terpeleset.

Polisi telah mendapat keterangan kronologi sementara dari pemeriksaan saksi-saksi dan olah tempat kejadian perkara terkait tewasnya korban.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Menurut keterangan saksi, korban keluar rumah pukul 18:30 Wib pada Rabu (30/1) ke warung Coky milik Bu Nanik. Selang setengah jam, korban keluar dan kembali lagi pukul 21:30 Wib bersama beberapa kawan," kata Kapolsek Sukorejo Polres Pasuran AKP Supriadi, Kamis (31/1/2019).

Baca juga:   

Perwira dengan tiga balok di pundak itu meneruskan, pada pukul 01:00 Wib dinihari, kawan-kawan korban curiga mendapati Muhammada Mahrus Ali tidak kembali ke warung lantaran kondisi hujan.

"Kawan korban juga sempat mencari ke sungai dan ke rumahnya. Namun korban tidak ada," ujarnya.

Menurut AKP Supriadi, sebenarnya saksi Sanali (53) yang pertama melihat sosok korban tersangkut pintu air pada pukul 02:00 Wib. Saat itu, Sanali sedang jongkok untuk buang air besar.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

Saat menoleh kebelakang, Sanali mengira jenazah korban adalah mahluk halus. Sontak Sanali pun lari dan pulang kerumah tanpa bercerita.

"Barulah Pukul 08:00 Wib, Kaim (65) saat hendak kesawah mendapati kepala jenazah korban. Kaim langsung memberitahu juragannya dan Kepala Desa Lecari," ujarnya.

Adapun hasil sementara olah TKP dan keterangan saksi yang dilakukan polisi, didapat jika korban meninggal karena terpeleset saat buang air kecil di sungai. Lokasi juga licin karena sebelumnya diguyur hujan lebat dan kondisi arus sungai tengah deras.

Hal itu sebagai dugaan sementara karena terlihat adanya bekas akar kayu yang patah dan bekas telapak sandal seperti orang yang terpeleset.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Ini masih dugaan awal, yang jelas, kami masih terus melakukan pendalaman kasus penemuan jenazah ini," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.