Senin, 15 Jun 2026 11:48 WIB

Jelang Imlek, Pengrajin Lampion Bambu di Banyuwangi Banjir Pesanan

Pengrajin lampion di Desa Gintangan menyelesaikan pesanan
Pengrajin lampion di Desa Gintangan menyelesaikan pesanan

jatimnow.com - Pengrajin lampion di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi mengalami lonjakan pesanan jelang Hari Raya Imlek yang jatuh pada 5 Februari.

Di desa yang terkenal dengan penganyam bambu itu kini mendapat pesanan lampion lebih banyak daripada bulan sebelumnya. Seperti yang diungkapkan Bayu Wilie Pratama (33) ini, menjelang perayaan Imlek pesanan lampion meningkat hingga dua  kali lipat.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pada bulan-bulan biasa, kata Ia, pesanan lampion yang diterimanya berkisar antara 30 hingga 50 buah per bulan. Melayani rumah makan dan restoran sebagai pendukung interior atau eksterior.

"Per bulan antara 30 sampai 50 buah, sekarang sampai 100. Dipesan untuk di Klenteng. Kalau di bulan biasa digunakan di warung-warung untuk eksterior atau interior," kata Bayu Willie Pratama, Kamis (31/1/2019).

Menurutnya, pemesan lampion itu biasanya melalui seorang perantara yang dipasarkan ke klenteng-klenteng di Sidoarjo. Selain itu, tidak sedikit pelanggan datang langsung ke toko kerajinan miliknya.

"Saya jualnya dengan harga Rp 55 ribu hingga Rp 75 ribu yang bentuk bola, melihat ukuran besar-kecilnya," ujarnya.

Untuk pesanan keranjang buah dan tempat kue, justru mengalami penurunan menjelang Hari Raya Imlek. Dimana keranjang atau tempat kue dijualnya ke wilayah Malang, Surabaya dan kota-kota lainnya di Jawa Timur.

"Kalau untungnya sendiri per bulan bisa Rp 20 sampai Rp 40 juta. Tapi itu dari seluruh kerajinan bambu yang kami buat," tegasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Salah seorang pegawainya, Slamet Raharjo (21) mengatakan lampion berbahan bambu yang diproduksinya ada 2 jenis, yakni berbentuk bola dan tabung.

Untuk lampion bentuk tabung mengandalkan anyaman bambu bermotif Moto Puru, tampak tebal, kaku, dan kokoh. Sedang lampion bentuk bola bermotif Truntum yang memiliki 6 sisi. Konturnya cenderung tipis dan lentur, hingga serupa bola.

"Biasanya butuh waktu 3 hari untuk membuat 10 lampion. Yang lama saat memasang rotan penutup sambungan 6 bagian itu," kata Slamet.

Untuk lampion tabung per buah dihargainya Rp 20 ribu. Tapi, biasanya dijual dalam satu set, berisi 4 buah, kecil sampai besar.

Baca Juga: Pastikan Perayaan Imlek Kondusif, Kapolres Gresik Tinjau Klenteng Kim Hin Kiong

"Fenomena ini menunjukkan memang ada kenaikan pesanan," kata Untung, pegawai lainnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.