Minggu, 14 Jun 2026 13:02 WIB

Cegah Demam Berdarah, Fogging Dilakukan di Lapas Tulungagung

Petugas Dinas Kesehatan melakukan fogging di dalam Lapas Klas IIB Tulungagung
Petugas Dinas Kesehatan melakukan fogging di dalam Lapas Klas IIB Tulungagung

jatimnow.com - Antisipasi mewabahnya penyakit demam berdarah (DB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung melakukan fogging di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tulungagung, Rabu (30/1/2019).

Fogging itu dilakukan meskipun belum ada temuan kasus DB di lapas tersebut. Sebab di sekitar lapas sudah ditemukan kasus. Dengan fogging itu, diharapkan penyakit tersebut tidak masuk ke dalam lapas.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Didik Eka menjelaskan, hingga akhir Januari 2019 ini, jumlah kasus DB mencapai 250 kasus dengan tiga pasien meninggal dunia. Jumlah itu relatif stabil sejak tiga hari terakhir dan tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan.

"Secara umum Tulungagung berada di peringkat dua terbesar di Jawa Timur," bebernya, Rabu (30/01/2019).

Menurut Didik, pengasapan ini hanya efektif untuk membunuh nyamuk Aedes Aygepti dewasa saja dan tidak berpengaruh terhadap jentik nyamuk. Untuk itu, fogging harus selalu diimbangi dengan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan mengubur, menutup dan menguras.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Penanaman tanaman yang aromanya tidak disukai nyamuk sangat disarankan," imbuhnya.

Sementara itu, Kalapas klas 2B Tulungagung, Erry Taruna menambahkan, pihaknya mengajak seluruh penghuni lapas untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Saat ini terdapat 584 tahanan dan narapidana yang menghuni lapas tersebut. Mereka bertangungjawab atas kebersihan sel serta lingkungan di Lapas.

"Kegiatan kerja bakti akan kita tingkatkan lagi agar lingkungan tetap bersih sehingga nyamuk tidak ada," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.