Rabu, 17 Jun 2026 23:33 WIB

Siswi SD Korban Pencabulan di Pasuruan, Dipastikan Sekolah Kembali

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 27 Jan 2019 10:16 WIB
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Siswi kelas 4 SD di Pasuruan yang menjadi korban pencabulan oleh 3 teman sekelasnya, dipastikan hari Senin (28/1/2019) nanti akan bersekolah kembali. 

Setelah mendapat laporan atas kasus ini, pihak sekolah telah melakukan pendekatan personal kepada siswi tersebut. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Sekolah Sri Watiningsih yang mengaku telah mendatangi rumah korban. Siswi yang berumur 8 tahun tersebut, diakuinya sudah menceritakan dengan detail kejadian itu.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

"Setelah korban saya yakinkan, Ia (siswi) rencananya mau sekolah kembali hari Senin esok," kata Kepala Sekolah Sri Watiningsih, Minggu (27/1/2019) melalui sambungan seluler.

Baca juga: 

Diungkapkan oleh Sri Watiningsih, jika siswi yang menjadi korban kekerasan oleh tiga siswa tersebut adalah pelajar berprestasi. Oleh karenanya, pihak sekolah memberikan atensi kusus kepada para peserta didiknya untuk berani melapor atas sesuatu yang menimpanya.

"Kewajiban saya disini adalah untuk membina dan membuat sekolah kondusif kembali. Menarik korban supaya masuk kembali, bagaimana trik saya untuk membuat korban sekolah kembali, dan bisa enjoy disekolah ini," ujarnya.

Sebagai kepala sekolah, Sri Watiningsih mengatakan jika dirinya bersalah karena lalai menjaga siswi tersebut dari perbuatan cabul yang dilakukan ke 3 siswanya.

Baca Juga: Polres Gresik Bekuk Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

"Kami dan Guru Wali Kelas 4 siap menerima hukuman dari Bapak Kadis (Dispendik Kabupaten Pasuruan)," kata Kepala Sekolah, Sri Watiningsih.

Saat insiden tak senonoh terjadi pada Senin (21/1) lalu pukul 10:00 Wib, dirinya sedang mengikuti perkumpulan Kepala Sekolah Se-Kecamatan Grati.

Sedangkan para siswa di kelas tidak bisa menolong korban lantaran dari tiga siswa yang mencabuli korban itu, satu diantaranya mengacungkan sebilah pisau cutter sambil mengancam akan menusuk siapa saja yang mendekat.

Sambil mengancam, dua siswa mencabuli korban di atas bangku sekolah dihadapan 27 kawan sekelasnya. 

Baca Juga: Resmob Polres Gresik Gerak Cepat Tangkap Pelaku Pencabulan Pelajar

"Namun apapun itu, saya tetap lalai dalam mendidik murid-murid," tegasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.