Minggu, 14 Jun 2026 10:29 WIB

Miris, Siswi Kelas 4 SD di Pasuruan Dicabuli Tiga Teman Sekelasnya

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 25 Jan 2019 15:30 WIB
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Seorang siswi sekolah dasar (SD) di Pasuruan syok dan trauma tak mau sekolah lantaran dicabuli tiga siswa teman satu kelasnya.

Korban yang masih berumur 8 tahun itu duduk dibangku kelas 4 SD. Sedangkan tiga siswa teman sekelas korban itu diketahui sudah berumur 10-11 tahun karena tidak naik kelas tiga kali.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

Kondisi trauma korban itu disampaikan Bahrowi (50) ayah korban. Bahrowi mengatakan, bersadarkan pengakuan anaknya, pencabulan itu dilakukan ketiga siswa itu di dalam kelas saat guru pendidik sedang ke toilet.

Bahrowi bercerita, para siswa di kelas itu tak bisa menolong korban lantaran dari tiga siswa yang mencabuli korban itu, satu diantaranya mengacungkan sebilah pisau cutter sambil mengancam akan menusuk siapa saja yang mendekat.

Sambil mengancam, dua siswa mencabuli korban di atas bangku sekolah dihadapan 27 kawan sekelasnya. Dua siswa mencabuli korban, sedangkan satu lainnya berperan memegangi kedua tangan korban.

Baca Juga: Polres Gresik Bekuk Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

"Saya tidak terima anak saya diperlakukan begitu (dicabuli). Sekarang anak saya trauma tak mau sekolah. Saya minta keadilan hukum," ungkap Bahrowi ditemui di rumahnya, Jum'at (25/1/2019).

Sementara itu, Nursiati Wakil Kepala Sekolah SD tempat korban dan tiga siswa bersekolah mengatakan, aksi di luar batas norma itu terjadi Senin (21/1/2019) lalu sekitar pukul 10.00 Wib. Aksi itu terjadi saat guru kelas meninggalkan ruang kelas untuk ke toilet karena sakit perut.

"Tiga anak itu memang nakal. Sudah 3 kali tidak naik kelas, yang jelas kami akan memberikan sanksi," tegas Nursiati.

Baca Juga: Resmob Polres Gresik Gerak Cepat Tangkap Pelaku Pencabulan Pelajar

Ketiga terlapor yang masih di bawah umur itu, kini dalam pemeriksaan intensif Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

"Kemarin sore, petugas kami mendapati laporan orang tua korban. Saat itu juga, para terlapornya langsung kami jemput dan kami serahkan ke Unit PPA Polres Pasuruan Kota," tandas Kapolsek Grati, AKP Suyitno.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.