Rabu, 10 Jun 2026 09:30 WIB

Cuaca Buruk, Nelayan Tradisional di Banyuwangi Libur Massal

Nelayan di Banyuwangi libur massal akibat cuaca buruk
Nelayan di Banyuwangi libur massal akibat cuaca buruk

jatimnow.com - Cuaca buruk yang masih terus terjadi membuat para nelayan tradisional di Banyuwangi takut melaut. Sebab, hujan deras yang terus mengguyur disertai dengan angin kencang.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi, Hasan Basri mengatakan, selain dipicu cuaca buruk, saat ini ikan hasil tangkapan nelayan juga sepi. Totalnya, ada 13.472 nelayan yang libur massal.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Angin Kencang Intai 8 Daerah di Jatim Hari Ini

"Kalau ketinggian gelombang masih normal, sekitar 1 meter. Tapi, angin disertai hujan yang membuat nelayan memilih libur massal," ungkap Hasan saat dihubungi jatimnow.com, Kamis (24/1/2019).

Pria asal Muncar itu juga menjelaskan, angin kencang tersebut membuat gelombang pecah. Sehingga bisa membahayakan nelayan saat melaut. Hal itu diperparah dengan hujan lebat yang hampir terjadi setiap hari.

"Kebetulan sekarang juga sedang bulan purnama. Jadi, libur total nelayan," tegas Hasan.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

Selain nelayan Muncar, sejumlah nelayan di laut kidul (selatan) Pancer dan Grajagan hingga beberapa pesisir di barat Selat Bali juga turut tak melaut.

Lanjut Hasan, para nelayan di Banyuwangi lebih mengandalkan tangkapan ikan secara tradisional dengan perahu yang bertenaga mesin di bawah 5 GT.

"Radius pelayaran perahu 5 GT maksimal sekitar 2 mil. Karena itu, ketika angin kencang, nelayan memilih libur untuk menghindari kemungkinan musibah di laut," jelasnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Terkait cuaca, Hasan menambahkan mendapatkan update data setiap waktu dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi.

Dirinya berharap cuaca dapat kembali normal. Biasanya, musim ikan akan mulai ramai pada bulan Februari hingga Maret.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.