Jumat, 12 Jun 2026 13:01 WIB

Pria Tewas Meloncat ke Kapal di Pelabuhan Ketapang Disebut Human Error

Polisi menyerahkan jasad korban ke keluarga
Polisi menyerahkan jasad korban ke keluarga

jatimnow.com - Tewasnya Putu Sanjaya (37), pria terpeleset saat meloncat ke kapal motor penumpang (KMP) SMS Swakarya di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, disebut murni human error.

Pernyataan itu disampaikan Widodo, Petugas Kesyahbandaran Kalaiklautan pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Ketapang.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Saat dievakuasi itu, korban masih bernafas dan petugas kesehatan ASDP yang menyaksikan," ungkap Widodo di kantornya, Rabu (23/1/2019).

Dari peristiwa itu dirinya menyimpulkan bahwa tewasnya korban merupakan faktor kelalaian korban sendiri. Dan berdasarkan data manifes kapal, korban membawa kendaraan truk Fuso bermuatan semen.

Baca juga:  

Setelah kendaraan tersebut masuk ke dalam kapal, korban ke luar dan tidak izin kepada petugas kapal dan darat. Informasinya, korban ke luar untuk membeli kopi.

Nah, saat kapal bergerak mundur dari dermaga, korban memberi isyarat kepada awak kapal dengan melambaikan tangannya dari darat.

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

Mengetahui hal itu, petugas kapal menginformasikannya kepada nakhoda dan kembali merapat ke dermaga. Tapi korban lari dari dermaga ke arah kapal yang belum sandar sempurna.

"Kata petugas kapal, antara dermaga dan ramp door kapal berjarak sekitar 1 meter lebih dan korban memaksa meloncat hingga akhirnya terpeleset," tambah Widodo.

Sementara itu, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Penyeberangan Penumpang (KP3) Tanjungwangi, AKP Idham Khalid membenarkan pernyataan Widodo tersebut. Dia menyebut, tewasnya korban murni karena faktor human error (kesalahan manusia).

"Benar mas kronologinya, ini musibah. Pihak keluarga juga menerima kejadian ini, termasuk istrinya," tegasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Meski demikian, lanjutnya, keluarga korban nantinya tetap mendapat asuransi atas musibah tersebut.

"Tadi dari pihak perusahaan, pihak kapal telah menyelesaikan administrasi di rumah sakit dan tetap memberikan asuransi kepada keluarga korban," paparnya.

Kini, jasad korban telah diserahkan ke kalurga dan telah dibawa menuju Bali menggunakan ambulan dari RSUD Blambangan di dampingi keluarga.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.