Sabtu, 13 Jun 2026 10:35 WIB

Kisah Samuel Kristian yang Disiram Air Keras oleh Ayah Tirinya

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 22 Jan 2019 16:09 WIB
Samuel Kristian dan Ismiatun
Samuel Kristian dan Ismiatun

jatimnow.com – Lima tahun lalu atau sekitar Desember 2013 menjadi tahun yang mengerikan bagi Samuel Kristian. Siswa kelas 4 SDN Patihan 1 Magetan ini dipaksa meminum kopi yang dicampur air keras oleh ayah tirinya yang bernama Hariyanto.

Namun karena melawan, kopi bercampur air keras tersebut disiramkan oleh Hariyanto ke wajah Samuel yang saat itu berumur enam tahun.

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

"Waktu TK kejadian itu," kata Samuel membuka perbincangan dengan jatimnow.com saat ditemui di rumahnya di Desa Patihan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Selasa (22/1/2019).

Ia mengaku tidak mengetahui latar belakang ayah tirinya menyiramkan air keras ke wajahnya. Diceritakannya, kejadian itu berlangsung pada pagi hari.

Waktu itu, Hariyanto ayah tirinya ke kamar Samuel dengan membawa kopi yang sudah dicampur dengan air keras.

"Subuh-subuh, saya disuruh meminum kopi. Saya tidak mau karena saya kira airnya panas. Tapi dipaksa terus. Sudah kena mulut saya," cerita Samuel.

Saat itu juga, mulutnya langsung terasa panas dan dirinya berteriak kesakitan. Hariyanto bukan berhenti malah semakin membabi buta dengan menyiramkan air keras tersebut ke wajahnya.

"Saya tambah teriak dan menangis sejadinya. Saat itu ibu langsung ke kamar untuk melihat," ujarnya.

Dirinya langsung dibawa oleh ibunya yang bernama Ismiatun ke puskesmas. Namun dokter di puskesmas angkat tangan dan diminta untuk dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Sayidiman Magetan.

Baca Juga: Mbok Yem, Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia Tutup Usia

Saat berobat di RSUD dr Sayidiman Magetan, dokter memperban mulut Samuel yang masih duduk dibangku TK.

"Saya sendiri takut dengan wajah dan tubuh saya. Awal-awal tidak berani melihat wajah sendiri di kaca," kata Samuel.

Saat ini, Samuel Kristian hidup bersama ibunya Ismiatun, nenek dan kedua saudaranya. Walaupun serba kekurangan, namun keluarga mereka terlihat harmonis.

Ismiatun ibu Samuel mengaku sampai sekarang belum bisa melupakan kejadian 5 tahun silam tersebut. Dirinya hanya bisa meratapi Samuel yang harus hidup dengan tubuh penuh luka bakar akibat air keras.

Baca Juga: Belanja di Pasar Murah Lembeyan Magetan, Warga Bisa Dapat Diskon Khusus

"Saya hanya bisa pasrah saja. Semenjak kejadian itu saya langsung minta cerai dan suami saya ditangkap oleh polisi," kata Ismiatun.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.