Senin, 15 Jun 2026 14:40 WIB

Awas! Demam Berdarah di Ponorogo Tersebar di 13 Kecamatan

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 22 Jan 2019 09:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini
Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini

jatimnow.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ponorogo semakin meningkat. Bahkan penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut sudah tersebar di 13 kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini tidak menampik meningkatnya penderita DBD di Ponorogo tersebut.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dari catatannya, saat ini, dari total 21 kecamatan di Ponorogo, 13 kecamatan diantaranya terdapat penderita DBD. Awal tahun ini wilayah tertinggi yaitu Kecamatan Bungkal dengan 10 penderita, disusul Kecamatan Ponorogo Kota dengan 9 penderita serta Kecamatan Balong dengan 7 penderita.

"Ini kado pahit pada awal tahun," ungkapnya, Selasa (22/1/2019).

Ia menjelaskan, hingga kini ada 74 kasus DBD. Angka tersebut berbeda dari data yang dijabarkan RSUD dr Harjono yang mencapai ratusan. Menurutnya, jumlah sesuai datanya itu merupakan penderita positif terjangkit DBD.

"Bisa jadi yang ada di rumah sakit itu masih suspect. Ada dua kemungkinan, bisa jadi negatif atau sebaliknya," tegasnya.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

Bahkan dari dari total (74 penderita) tersebut, empat diantaranya meninggal dunia. Angka kematian di awal tahun ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya tercatat dua orang penderita meninggal dunia.

Rahayu Kusdarini menambahkan, angka saat ini tinggi diduga akibat cuaca yang tidak menentu.

"Hujan dengan intensitas tinggi membuat genangan air terjadi dimana-mana. Kemudian beberapa hari tidak hujan, akhirnya nyamuk dapat berkembang sangat mudah," tuturnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Untuk mengantisipasi siklus tiga tahunan terjadi, Rahayu Kusdarini mengaku sudah menerbitkan surat edaran untuk seluruh camat agar menggerakan warganya melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak.

"Kalau dulu siklus lima tahunan, sekarang dimungkinkan siklus tiga tahunan. Karena itu mari bersama-sama serentak memberantas nyamuk tersebut," pintanya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.