Selasa, 16 Jun 2026 10:03 WIB

Hati-hati! Kasus Demam Berdarah di Tulungagung Lima Besar di Jatim

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka

jatimnow.com - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung tercatat meningkat. Tingginya kasus DBD itu membuat Tulungagung masuk lima besar kasus DBD terbanyak se Jawa Timur.

Pada bulan Januari 2019 saja, jumlah kasus DBD mencapai 227 kasus, 3 orang diantaranya meninggal dunia. Puncak musim hujan membuat populasi nyamuk Aydes Aygepty sebagai penyebab penyakit DBD itu semakin bertambah.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka menjelaskan, kenaikan jumlah kasus DBD ini terjadi sejak awal bulan Desember 2018 lalu. Jumlah temuan kasus terus mengalami peningkatan tiap harinya.

Dinkes sudah menetapkan 56 desa di 19 kecamatan sebagai wilayah endemis DBD.

"Artinya, dalam tiga tahun terakhir selalu ditemukan kasus DBD di desa tersebutm," beber Didik, Senin (21/01/2019).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selain itu, terdapat 4 kecamatan diantaranya Kedungwaru, Ngantru, Boyolangu dan Tulungagung yang dinyatakan sebagai daerah rawan. Mayoritas temuan kasus DBD berasal dari daerah tersebut.

"Mobilitas penduduk daerah tersebut sangat tinggi sehingga penyakit DBD rawan menyebar. Pola lingkungan sehat harus lebih diperhatikan lagi oleh masyarakat untuk terhindar dari penyakit ini," imbuhnya.

Untuk menekan jumlah kasus DBD, Dinkes gencar melakukan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui program 3M (menguras, mengubur, menutup).

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memelihara jenis tanaman yang aromanya kurang disukai oleh nyamuk. Penggunaan obat nyamuk juga sangat disarankan selama musim peralihan cuaca ini.

"Nyamuk Aydes Aygepti aktif menggingit pada pagi dan sore, untuk itu masyarakat harus waspada," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.