Jumat, 19 Jun 2026 17:34 WIB

Pembongkaran Pasar di Bekas Stasiun Ponorogo Dihadang Pedagang

Puluhan pedagang menghadang alat berat yang membongkar pasar di bekas Stasiun Ponorogo
Puluhan pedagang menghadang alat berat yang membongkar pasar di bekas Stasiun Ponorogo

jatimnow.com - Pembongkaran bangunan di pasar bekas Stasiun Ponorogo, Senin (21/1/2019) dihadang pedagang. Puluhan pedagang mempertahankan lapaknya.

Pantauan jatimnow.com, puluhan pedagang berjualan di bekas stasiun itu terlihat menghalang-halangi alat berat yang merobohkan bangunan permanen di pasar itu.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Beberapa pedagang terpaksa diamankan karena menghalangi alat berat itu. Bahkan sejumlah pedagang terlihat menangis histeris tidak terima lapaknya dirobohkan. Meski begitu, petugas gabungan tetap melakukan merobohkan bangunan bangunan permanen itu.

Nur Khasanah, salah satu pedagang mengatakan, Pemkab Ponorogo tidak berhak merelokasi maupun merobohkan bangunan. Sebab, pedagang menyewa bukan kepada Pemkab Ponorogo melainkan menyewa pada lahan PT KAI Daop 7.

"Kami menyewa di Daop 7 bukan pemkab. Pengen hidup damai, tentram. Menghidupi anak-anak dengan berjualan," ucapnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara, Kasat Pol PP, Supriyadi menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan tugas. Pemkab Ponorogo direncanakan akan memberikan keterangan langsung terkait pembongkaran tersebut.

Diketahui, rencana Pemkab Ponorogo untuk memindahkan pedagang pasar di bekas Stasiun Ponorogo ke pasar sementara di lahan RSUD lama, tertunda.

Seharusnya, pedagang pasar eks Pasar Stasiun dipindah, Selasa (15/1/2019) kemarin.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Sekretaris Daerah Pemkab Ponorogo Agus Pramono mengatakan, relokasi sebagian pedagang di eks Pasar Stasiun bukan gagal.

"Bukan gagal, hanya ditunda saja," tegas Agus.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.