Kamis, 11 Jun 2026 07:23 WIB

Empat Orang Tewas Tersetrum Saat Banjir

Foto: Prosesi pemakaman korban yang tewas tersengat listrik di Kota Probolinggo/Mahfud H
Foto: Prosesi pemakaman korban yang tewas tersengat listrik di Kota Probolinggo/Mahfud H

jatimnow.com - Empat orang meninggal dunia karena tersetrum saat terjadi banjir di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat (18/1) malam.

"Kami mendapatkan informasi terjadi kesetrum massal yang diakibatkan korsleting listrik saat lampu penerangan jalan hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia," kata Lurah Jati, Endah Dwi Kumalasari kepada Antara, Sabtu (19/1/2019).

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Empat korban yang meninggal dunia tersebut yakni Sri Wahyuni alias Bu Sumi (42), pasangan suami istri Joko Sandy (33) dan Elistya Hutahuruk (33), serta Totok (55). Semuanya tinggal di Jalan Sunan Kalijaga RT 2, RW 1, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

Sedangkan korban selamat yakni anak pasangan suami istri Joko Sandy dan Elistya Hutahuruk bernama Zaki (3) dan Musdalifah (50).

Korban Totok dan Sri Wahyuni merupakan warga Kelurahan Jati, sedangkan pasutri Joko Sandy dan Elistya Hutahuruk adalah warga Kelurahan Kanigaran yang menyewa rumah di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Jati.

Kejadian bermula ketika Bu Sumi memegang tiang rumahnya yang terbuat dari besi saat terjadi banjir setinggi 30 cm di Jalan Sunan Kalijaga RT 2, RW 1, Kelurahan Jati.

Kemudian Bu Sumi terjatuh dan spontan berteriak dan datang Joko Sandy dan lainnya untuk menolong dengan memegang besi untuk membantu korban.

Ketua RW 1, Malik (53) menyatakan warga mendengar teriakan minta tolong sekitar pukul 21.30 Wib.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

"Diduga karena belitan kabel yang konslet karena banjir. Tadinya warga mau nolong, namun takut karena air masih dialiri listrik," ucap Malik.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan para korban berniat menolong Bu Sumi.

"Kami sudah lakukan olah TKP, dari sanalah diketahui adanya konektor di luar yang tegangan listriknya sampai 220 VA, padahal seharusnya konektor itu ada di dalam plafon. Kami akan telusuri siapa yang melakukan pemasangan itu," tegasnya, Sabtu (19/1/2019).

Joko Sandy dan Elistya Hutahuruk dimakamkan di TPU Ungup-Ungup Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sedangkan Totok dan Bu Sumi di TPU yang lain.

Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan

 

 

 

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.