Kamis, 18 Jun 2026 05:40 WIB

Empat Santri di Ponorogo Tenggelam saat Mandi di Sungai

Petugas meminta keterangan atas tenggelamnya empat santri
Petugas meminta keterangan atas tenggelamnya empat santri

jatimnow.com – Empat santri dari Pondok Hudatul Muna, Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo tenggelam di Sungai Tempuran, Ponorogo, Senin (14/1/2019) siang.

“Ya memang saat istirahat, kami mencoba mandi di sungai dekat dengan pondok. Saya dan keempat teman saya yang tenggelam itu,” kata Muhtaroh Habib, salah satu saksi mata sekaligus korban selamat.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Ia mengatakan keempat korban temannya bernama panggilan Huda kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (Mts) asal Pacitan, Bambang kelas 1 MTs asal Pacitan, Huda kelas 1 MTs asal Slahung dan Anshori kelas 1 MTs, belum diketahui asalnya.

Ia menceritakan, saat di lokasi kedua temannya yang bernama Huda dan Bambang terjun dulu ke sungai. Saat kejadian, mereka nekat mandi di sungai, padahal tidak begitu pandai berenang.

Setelah itu, sekitar 30 menit, ketika keduanya sampai di tengah sungai minta tolong. Baru, kedua santri lainnya bernama Huda dan Anshori terjun ke sungai berencana menolong. Tapi bukannya malah tertolong, keempatnya ikut tenggelam.

“Saya mau ikut menolong, tapi takut. Walapun bisa berenang,” beber santri asal Nabire Papua ini.

Mendengar kabar tersebut, tim gabungan BPBD, TRC, Polres Ponorogo dan Kodim Ponorogo ikut terjun mencari korban. Bahkan tim gabungan menerjunkan perahu karet untuk melakukan pencarian.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan informasi awal dari masyarakat ada lima santri berenang. Yang empat orang tenggelam dan satu selamat di Sungai Tempuran.

“Kami langsung turun ke lapangan, mengecek kebenaran. Empat santri memang tenggelam,” kata Setyo Budiono.

Ia menyebutkan saat ini tim nya sudah terjun ke lapangan. Namun terkendala cuaca dan arus sungai.

“Kami terkendala cuaca, saat ini hujan. Arus sungainya juga cukup deras. Tapi tetap lanjutkan pencarian jika cuaca memungkinkan,” tambahnya.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Sampai berita ini ditulis, keempat korban santri yang tenggelam belum ditemukan.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.