Sabtu, 20 Jun 2026 04:27 WIB

Ini Pengakuan Wanita Otak Jaringan Pengedar Ekstasi Surabaya-Sidoarjo

  • Penulis :
  • | Senin, 26 Mar 2018 18:19 WIB
Tersangka Anjis, saat diidentifikasi penyidik di Mapolrestabes Surabaya.
Tersangka Anjis, saat diidentifikasi penyidik di Mapolrestabes Surabaya.

jatimnow.com - Hingga saat ini, penyidik Unit II, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya masih terus mengorek keterangan Anjis. Sebab, perempuan 48 tahun asal Dusun Kempreng, Taman Sidoarjo itu diduga memiliki banyak jaringan.

Fakta itu terungkap setelah kaki bisnis haramnya tersebut ditangkap lebih dulu. Yaitu Rino, pria 36 tahun asal Waru Sidoarjo, yang disergap saat hendak mengantar ekstasi ke pembeli di depan Indomaret Jalan Raya Gubeng Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Lantas apa saja pengakuan Anjis pasca ditangkap di rumahnya? Kepada penyidik Anjis mengaku terpaksa menjadi pengedar ekstasi karena benturan kebutuhan hidup.

"Dia sudah enam bulan mengedarkan ekstasi ini," sebut Kanit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya, AKP M Yasin, Senin (26/3/2018).

Sekali pesan, Anjis bisa mendatangkan ekstasi antara puluhan hingga ratusan butir per bulannya. Sebab dugaan terkuat, selain Rino, banyak lagi pengedar kecil yang membeli ekstasi kepada Anjis.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Kepada pengedar kecil, Anjis memasang harga Rp280.000,- per butir. Setiap butirnya, Anjis mengambil keuntungan antara Rp30 hingga Rp50 ribu.

Keuntungan Anjis menjual ekstasi memang cukup besar setiap bulannya. Namun uang hasil penjualan itu, tidak sempat ditabung olehnya. Sebab, dari pengakuannya, selain harus membiayai anak-anaknya yang hidup bersama bapaknya.

Baca juga: Wanita 48 Tahun, Otaki Jaringan Pengedar Ekstasi Surabaya-Sidoarjo

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Anjis juga harus memenuhi kebutuhan suami barunya. Sebab saat ini suami anjis masih berstatus pengangguran.

"Kami masih terus kembangkan jaringan ini. Mudah-mudahan penyuplai ekstasi kepada tersangka (Anjis, red) bisa segera kami ungkap," tandas Yasin.

Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.