Senin, 08 Jun 2026 02:39 WIB

Kakak Beradik Asal Blitar, Kompak Jadi Komplotan Pencuri

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 26 Mar 2018 17:15 WIB
Tersangka saat diamankan di Mapolres Blitar.
Tersangka saat diamankan di Mapolres Blitar.

jatimnow.com - Dua kakak beradik, Slamet Romadon Meseni (26) dan RJ (17), keduanya warga Dusun Sumberkecek, Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, merupakan komplotan spesialis pencurian.

Tak tanggung-tanggung, Aksi pencurian keduanya dilakukan di 14 lokasi yang berbeda.

Baca Juga: Ajak Pesta Miras Petugas Jaga, Pemuda di Tulungagung Bobol Kantor Disbudpar

Dari barang bukti yang disita, petugas mengamankan 3 unit sepeda motor, 13 tabung LPG 3 kg, 1 unit TV 32", 1 unit sound sistem, serta 1 buah linggis warna biru yang digunakan kedua tersangka untuk membobol rumah para korbannya.

"Ungkap kasus ini berawal dari penangkapan korban diwilayah Kecamatan Kepanjen kidul Kota Blitar. Ketika pelaku membawa 2 buah LPG hasil curian. Dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan perbuatannya sejak tahun 2017 lalu dan telah melakukannya di 14 TKP yang berbeda," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar kepada wartawan, saat pers rilis di Mapolres Blitar Kota Senin (26/03/2018).

Dijelaskannya, satu pelaku yang masih dibawah umur sudah menjalani proses persidangan terlebih dulu. Sedangkan sang kakak masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh petugas.

Modus yang dilakukan keduanya bermacam-macam bahkan diantaranya disertai kekerasan. Bila penghuni rumah tidak ada, para pelaku akan melakukan pengrusakan agar bisa membobol rumah mangsanya.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Kini sang kakak ditahan di tahanan Mapolres Blitar Kota. Sedangkan sang adik telah menjalani proses persidangan di bawah umur.

"Yang jelas kita jerat dengan pasal 362 dan 363 KUHP dengan ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara," imbuhnya.

Sementara itu dari keterangan Slamet Romadon Meseni (26), beberapa motor hasil curian dijual ke wilayah Dampit Kabupaten Malang. Alasan pelaku melakukan aksinya ditengarai karena himpitan ekonomi.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Ya namanya mencukupi kebutuhan ekonomi. Adik saya juga sekolah. Satu motor masih ada dirumah karena masih belum sempat saya jual," terangnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.