Rabu, 17 Jun 2026 10:57 WIB

Jenguk Kades Pencegat Dirinya, Sandiaga Dapat Kerajinan Koran Bekas

Cawapres Sandiaga Uno saat menjenguk kades yang mencegatnya
Cawapres Sandiaga Uno saat menjenguk kades yang mencegatnya

jatimnow.com - Suhartono, Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, divonis dua bulan penjara dan denda Rp 6 juta subsider satu bulan atas kasus pelanggaran pemilihan umum dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto.

Kades itu diadili setelah mencegat rombongan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno karena terbukti membagikan uang pecahan Rp 20 ribu dengan jumlah total sekitar Rp 20 juta kepada warga yang ikut mencegat rombongan Sandiaga.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Putusan dua bulan penjara dan denda Rp 6 juta subsider satu bulan itu dibacakan Hakim Ketua, Hendra Hutabarat dalam agenda sidang di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto di depan ratusan warga pendukung Kades, Kamis (13/12/2018) lalu.

Baca juga:  Kades Pencegat Cawapres Sandiaga Uno Divonis Dua Bulan Penjara

Pendukungnya diadili, Cawapres Sandiaga menyempatkan menjenguk Suhartono di Lapas Kelas IIB Mojokerto. Kehadiran Sandiaga itu untuk memberi semangat sang kades agar tetap sabar dalam menjalankan sisa hukumannya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Kunjungan ini khusus untuk Pak Lurah (kades). Kami berikan suport agar tabah dalam menjalani hukuman. Saya harap ini menjadi episode penting dalam kehidupan berdemokrasi kita yang berkeadilan," ungkap Sandiaga, Rabu (02/01/2019).

Disinggung soal kasus hukum yang membuat Kades Sampangagung dihukum, sayangnya Sandi enggan berkomentar. "Saya memberi semangat, tapi justru pak lurah balik memberikan semangat kepada saya agar tidak kendor," tuturnya.

Sandi menambahkan, kades nyentrik itu mengaku tidak bisa tidur di dalam sel tahanan. Nono sapaan akrab Kades Sampangagung itu berada di sel dengan enam orang napi lainnya. "Katanya tidak bisa tidur, ya bagaimana bisa, kan satu kamar ada enam orang," ucapnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Saat berpamitan, Suhartono memberikan cindera mata berupa kerajinan dari koran bekas berbentuk Prabowo Sandi dan burung merak kepada Sandiaga Uno.

"Saya tidak membawa apa-apa, malah pak lurah memberi hadiah dari koran berbentuk merak, pak lurah ingin agar Prabowo Sandi berkembang dan mekar," tandasnya. 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.