Senin, 15 Jun 2026 18:56 WIB

45 Desa Rawan Bencana, Banyuwangi Butuh Alat Deteksi Dini Tsunami

ilustrasi tsunami dari BNPB
ilustrasi tsunami dari BNPB

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi hingga kini belum memiliki alat pendeteksi dini Tsunami atau Early Warning System (EWS) yang berfungsi.

"Banyuwangi sendiri ada sembilan alat tetapi yang berfungsi hanya dua EWS namun itu milik BMKG yang dipasang di perairan di wilayah Grajagan dan perairan Muncar. Kalau kami (BPBD Banyuwangi red) tujuh alat EWS rusak," kata Kepala BPBD Banyuwangi Fajar Suasana, Rabu (2/1/2019).

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Ia menyampaikan, berdasarkan data yang dirilis oleh BNPB Pusat, di Blambangan sendiri terdapat 45 desa yang tersebar di 11 dari 25 kecamatan di Banyuwangi disebut daerah rawan bencana Tsunami.

"Dari 45 desa itu, ada yang tingkat kerawanannya tinggi, sedang, dan ringan. Yang tinggi itu di pantai wilayah selatan. Kalau dari Pantai Grajagan sampai wilayah Kota Banyuwangi masuk kategori sedang, dan dari wilayah kota sampai ke utara itu kategori rendah," urai Fajar.

Oleh karena itu, di Banyuwangi sendiri, merupakan daerah rawan terdampak dan terluas. Sebab panjang pesisir pantai di ujung timur Pulau Jawa ini sepanjang 175,6 kilometer.

Untuk itu, BPBD berharap kepada Pemerintah Banyuwangi agar dapat memperioritaskan pengadaan alat EWS ini sehingga ancaman bencana yang ada bisa dideteksi lebih awal.

Ditambahkan Kabid Kedaruratan BPBD Banyuwangi Eka Muharram, EWS
selain dapat mendeteksi dini tsunami, juga dapat mendeteksi banjir, longsor, dan gempa.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Banjir juga perlu EWS, longsor juga perlu EWS, kemudian yang lain-lain seperti potensi bencana tsunami juga perlu EWS," kata Eka Muharram.

Ia melanjutkan, ke 7 EWS tersebut, merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) pusat. Namun ke tujuh alat itu kurang berfungsi maksimal. Ada komponen alat yang rusak.

Menurut Eka, alat pendeteksi dini tsunami itu masih bisa diperbaiki.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

"Akan tetapi dengan pertimbangan komponen alatnya yang cukup mahal. Maka lebih baik melakukan pengadaan alat yang baru," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.