Rabu, 10 Jun 2026 20:01 WIB

Tokoh Senior PDIP Luwih Soepomo Meninggal Dunia

Mendiang Soepomo
Mendiang Soepomo

jatimnow.com - Tokoh senior PDI Perjuangan sekaligus politisi nasionalis, Luwih Soepomo, meninggal dunia di kota Surabaya, Kamis 27 Desember 2018, pukul 05.00 Wib.

Almarhum meninggal dengan tenang di kediamannya, Jalan Rungkut Harapan G-33, Kota Surabaya.

Baca Juga: PDIP Lamongan Siapkan Dirham Akbar Aksara di Bursa Pilbup 2029

“Bapak Soepomo meninggal karena sepuh. Tadi dibangunkan Ibu untuk subuhan, karena jam 05.00 belum bangun. Ternyata beliau meninggalkan kami selamanya. Biasanya Bapak dahulu yang bangun untuk subuhan,” kata SW Nugroho, keponakan almarhum, yang juga anggota DPRD Jawa Timur.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, jenasah almarhum L. Soepomo akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih.

“Mohon dimaafkan seluruh kesalahan dan kekhilafan Bapak semasa hidup di dunia, “ kata Nugroho.

Pak Pomo, begitu almarhum akrab dipanggil, meninggal dunia pada usia 74 tahun. Meninggalkan satu istri, 2 orang putera/puteri, dan 2 cucu.

Turut takziah, sejumlah tokoh senior kaum nasionalis, diantaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang DH, yang juga mantan Walikota Surabaya 2 periode. Ada juga mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Budi Harjono.

Ungkapan duka mendalam disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, yang juga Wakil Walikota Surabaya.

“PDI Perjuangan kehilangan tokoh panutan, yang habis-habisan menjaga partai ini di masa sulit. Beliau gigih menjalankan ajaran Soekarno, dan menaruh perhatian besar terhadap kelangsungan PDI Perjuangan, sampai akhir hayat. Selamat jalan, Pak Pomo,” kata Whisnu.

Lahir di Magelang, Jawa Tengah, 21 Januari 1944, Pak Pomo dikenal sejak muda telah menceburkan diri dalam gerakan kaum nasionalis.

Baca Juga: Usai Dilantik, Ketua DPRD Surabaya Fokus Perkuat Komunikasi dan Serap Aspirasi

Almarhum tercatat pernah memimpin Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Kota Surabaya, semasa organisasi ini dipimpin Rahmawati Soekarnoputri.

Ia kemudian aktif di Partai Demokrasi Indonesia (PDI), hasil fusi sejumlah partai politik diantaranya PNI yang dilahirkan Soekarno.

Saat Kongres Luar Biasa PDI tahun 1993 di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Pak Pomo menempatkan diri di barisan pendukung Megawati Soekarnoputri.

Kesetiaannya pada Megawati teruji ketika PDI diterpa gonjang-ganjing dualisme kepemimpinan. Ini akibat Kongres PDI di Medan, tahun 1996, yang menaikkan lagi Soerjadi dan Butu Hutapea berkat dukungan Orde Baru.

Kongres di Medan, kala itu, disambut gelombang unjuk rasa massa rakyat di berbagai kota di tanah air. Di Kota Surabaya, pusat gerakan di Posko Pandegiling.

Baca Juga: Sikap PDIP Atas Penetapan Tersangka Korupsi Dana Pokir DPRD Magetan

Almarhum Soepomo, yang mendampingi Ketua DPD PDI Jatim versi SK 043 Ir. Sutjipto, tiada henti menggerakkan perlawanan massa. Tiada hari tanpa demonstrasi. “Dan, tiada hari tanpa orasi menggelegar dari Pak Pomo,” kenang Bambang DH.

Hasil Pemilu multipartai 1999, Pak Pomo terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Timur melalui PDI Perjuangan. Lalu, Pemilu 2004, almarhum bersama Ir. Sutjipto terpilih menjadi anggota DPR RI.

“Selamat jalan Pak Pomo. Selamat jalan senior dan sahabat perjuangan. Damailah selalu di sisi Allah SWT,” kata Bambang DH.

 

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.