Selasa, 16 Jun 2026 20:26 WIB

Perkosa Keponakan, Polisi Tangkap Pelaku yang Bersembunyi di Musala

Pelaku GS ditangkap polisi saat bersembunyi di musala.
Pelaku GS ditangkap polisi saat bersembunyi di musala.

jatimnow.com - Polsek Tulakan menangkap tersangka GS (25) usai memerkosa kerabatnya sendiri. Polisi berhasil meringkus bapak satu anak ini saat bersembunyi di salah satu musala yang berada di Kecamatan Tegalombo, setelah upayanya melarikan diri gagal.

"Setelah memerkosa korbannya yang berusia 12 tahun, pelaku kabur. Tapi tidak sampai 24 jam sudah kami ringkus di salah satu musala di Kecamatan Tegalombo," kata Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi, Sabtu (22/12/2018).

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Perwira dengan dua melati di pundak tersebut meneruskan, GS memerkosa korban yang tidak lain adalah keponakannya sendiri. Korban sendiri sempat berontak dan melawan tapi tidak bisa.

"Setelah kejadian itu (pemerkosaan) korban melapor ke orang tuanya. Dan orang tuanya melapor ke Polsek Tulakan," tambahnya.

Namun setelah dilakukan pelaporan dan polisi hendak menangkap, pelaku keburu kabur. "Penangkapan pelaku juga kami libatkan warga. Pelaku kami tangkap di musala di Tegalombo untuk bersembunyi dari kejaran kami setelah sebelumnya berhasil melarikan diri," tambahnya.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Menurutnya, saat ini penyidik sedang meminta keterangan sejumlah saksi. Selain itu juga menyita sejumlah barang bukti. Satu di antaranya celana yang dikenakan korban.

Untuk melengkapi pemeriksaan, polisi juga akan melakukan visum et repertum. Penyidik menyiapkan jerat hukum UU 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Perlindungan Anak.

"Nanti pasal yang akan dikenakan adalah pasal 76 (d) juncto pasal 81 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun," pungkas lulusan Akpol 2000 ini.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.