Sabtu, 13 Jun 2026 03:15 WIB

Viral Video Jokowi Mole, Ngabalin: Itu Penghinaan Bagi Presiden

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menyapa warga di Jalan Raya Gubeng.
Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menyapa warga di Jalan Raya Gubeng.

jatimnow.com - Beredar video di media sosial tentang kampanye calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo yang menayangkan sejumlah orang berteriak yel-yel Jokowi Mole (Jokowi Pulang).

Diduga video itu direkam saat Jokowi menghadiri Acara Deklarasi Akbar Ulama Madura di Gedung Serba Guna Rato Ebuh Bangkalan Rabu (19/12/2018) kemarin.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Dalam video berdurasi 1 menit 59 detik itu terdengar suara MC yang memandu agar audience menyanyikan 'Jokowi Pole' yang artinya Jokowi lagi, namun mereka menolak dan malah meneriakkan Jokowi Mole, sembari mengacungkan dua jari. Padahal di video itu, terlihat pula spanduk Jokowi dengan mengacungkan 1 jari.

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin yang mengetahui video itu pun angkat bicara. Menurutnya, ada pihak yang tidak bertanggung jawab, sengaja menggerakan warga Madura untuk melakukan tindakan dalam video itu.

"Kalau istilah (ada yang menggerakkan) itu kan kita sudah tahu, orang bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk kunjungan-kunjungan Presiden," kata Ngabalin saat meninjau lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya, Kamis (20/12/2018).

Menurutnya, hal serupa bukan sekali ini saja terjadi. Hal itu sengaja dilakukan oleh pihak-pihak yang sengaja menghembuskan isu politik ditengah kunjungan Presiden.

"Saya beberapa kali mengikuti kunjungan Presiden itu ada orang-orang tertentu yang mengambil angle, yang kira-kira bisa dipakai untuk menggoreng. Dan itu beberapa kali saya tegur beberapa kali saya ketemu, tapi bisa bilang sama Paspampres biarkan, nanti Tuhan yang mengawasi mereka," kata Ngabalin.

Ia tak percaya bahwa hal itu murni inisiatif warga sendiri. Sebab, Ngabalin mengaku tahu betul soal bagaimana kultur orang Madura, yang menurutnya selama ini dikenal sebagai masyarakat yang sangat agamis.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Saya kira orang Madura tidak punya karakter seperti itu pasti orang luar yang datang. Saya mau bilang seperti itu karena semua orang cinta dengan Presiden Jokowi luar biasa, waktu dan kesempatan, orang Madura merupakan masyarakat agamis," ujarnya.

"Mereka mempunyai kultur yang tinggi, punya akhlak, punya agama yang tinggi saya tidak percaya itu dilakukan oleh orang-orang Madura," lanjutnya.

Baginya, perbuatan meneriakkan Jokowi Mole itu bisa dinilai juga sebagai tindak penghinaan kepada seorang Presiden. Apalagi, kata Ngabalin, video tersebut sengaja direkam saat Presiden melakukan kunjungan.

"Saya pikir teman-teman bisa tahu kalau beliau seorang kepala negara, kemudian ada orang yang menggunakan kunjungan beliau untuk kepentingan politik dengan meneriakan mole mole, itu kan bentuk penghinaan," jlentrehnya.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.