Rabu, 17 Jun 2026 08:20 WIB

Jalani Tes Urine, Satu Sopir Bus di Kediri Positif Zat Morfin

Salah satu sopir bus di Kediri jalani tes urine yang dilakukan BNNK Kediri
Salah satu sopir bus di Kediri jalani tes urine yang dilakukan BNNK Kediri

jatimnow.com - Sejumlah sopir bus jalani tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kediri. Dari sekitar 20 sopir yang dites urine, satu diantaranya positif diduga mengandung ztl morfin.

Tidak hanya sopir, kenek bus antar kota dalam provonsi (AKDP) juga menjalani tes urine di Terminal Pare, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

"Tes urine ini kami lakukan untuk memastikan kondisi para sopir dan kernet bus bebas dari narkoba," ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kediri, AKBP Lilik Dewi Indarwati, Rabu (19/12/2018).

Sebab, lanjut Lilik, jika sopir bus dan awaknya membawa bus dalam pengaruh narkoba, maka akan membahayakan para penumpang. "Satu sopir positif dengan dugaan urine-nya mengandung zat morfin, tapi akan kami assesment," bebernya.

Menurut Lilik, zat morfin itu biasa terdapat pasa obat obatan terlarang. Selain bisa mengurangi rasa sakit, efeknya terhadap pengguna juga bisa merasa lemas sehingga berpengaruh pada keselamatan orang lain saat mengemudikan kendaraan.

Baca Juga: Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Kota, 4 Tersangka Diringkus

“inilah salah satu tujuan kami, agar pengemudi dan penumpang aman dan selamat” tegas Lilik.

Dari hasil asesment, sopir bus tersebut mengaku tengah mengonsumsi obat untuk anti nyeri pada penyakit paru dan jantung yang saat ini dideritanya. Namun, BNNK Kediri akan tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk memastikan obat yang dikonsumsi.

Akibatnya, petugas melarang satu sopir itu untuk mengemudikan bus jurusan Surabaya-Blitar. "Sebab, kita masih akan mengecek resep dokternya," tambah Lilik.

Baca Juga: SPMB 2026 Kediri Berubah: TKA Jadi Nilai Tambah, Pendaftaran Sepenuhnya Online

Selain dites urine, kondisi kesehatan para sopir dan awak bus juga diperiksa. Mereka juga diimbau agar beristirahat jika kelelahan dan jangan memaksakan diri untuk mengemudi.

"Diharapkan sopir juga lebih peduli lagi terhadap kondisi kesehatannya," tandas Lilik.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.