Sabtu, 20 Jun 2026 04:35 WIB

Bea Cukai Blitar Sebut Peredaran Rokok Ilegal Seperti Narkoba

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 12 Des 2018 17:28 WIB
Kepala KPPBC Tipe Pratama Blitar, M. Arif Setijo Noegroho
Kepala KPPBC Tipe Pratama Blitar, M. Arif Setijo Noegroho

jatimnow.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Blitar menyita 1,3 juta batang rokol ilegal dalam kurun waktu 11 bulan di tahun 2018.

Dari 1,3 juta batang rokok tersebut, sebanyak 368.262 batang atau senilai Rp 262 juta sudah dimusnahkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan (RUPBASAN) Kelas II A Blitar, Rabu (12/12/2018).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Sisanya, masih disimpan dalam gudang penyimpanan milik KPPBC Pratama Blitar. "Sisanya, kami masih akan ajukan untuk dimusnahkan," sebut Kepala KPPBC Tipe Pratama Blitar, M. Arif Setijo Noegroho, Rabu (12/12/2018).

Menurut Arif, para penjual rokok ilegal sering kucing-kucingan dengan petugas untuk mengedarkan rokok ilegal. Mereka juga memiliki modus yang terus berkembang. Selain itu, transaksi yang dilakukan juga lebih tertutup.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Sekarang sudah seperti narkoba. Tertutup. Kalau dulu kirim rokok ilegal bisa pakai mobil box, kalau sekarang sudah pakai ranjang di belakang sepeda motor," beber Arif.

Lanjut arif, jumlah rokok yang disita petugas mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2017 lalu. Jumlah ini berbanding terbalik dengan penetapan tersangka yang dilakukan petugas.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Ini terjadi karena selain transaksi secara tertutup. Barang yang dijual dibuat lebih kecil, sehingga jumlah pengedar menjadi lebih banyak.

"Dan sekarang, kalau tidak kenal ya tidak dilayani. Ini yang cukup menyulitkan. Kami menangkap tiga tersangka, dua dari Blitar, satu dari Tulungagung," tutup Arif.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.