Jumat, 19 Jun 2026 07:07 WIB

Antisipasi Banjir, Pemkot Surabaya Bangun Tujuh Bozem di Tahun 2018

Pembangunan Bozem Lempung Perdana di Surabaya
Pembangunan Bozem Lempung Perdana di Surabaya

jatimnow.com- Pemerintah Kota Surabaya terus mengebut pengerjaan bozem baru di Surabaya Barat untuk mengantisipasi banjir.

Pada tahun 2018 ini, ada tujuh bozem yang sedang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP).

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Tujuh bozem itu adalah di Kebraon, Telogo Tanjung Bangkingan, Waduk Banpur Karangpilang, Simo Hilir, Lempung Perdana, Manukan Tirto, dan di Yono Suwono. Tujuh bozem itu ukurannya rata-rata kecil dan sedang.

“Yang paling besar yang akan kami bangun di Telogo Tanjung Bangkingan. Dan yang pasti, tujuh bozem yang dibangun itu bisa menampung air saat hujan deras,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/3/2018).

Menurut Erna, pembangunan tujuh bozem itu dilakukan secara swakelola. Artinya, tidak dilelangkan seperti biasanya. Sebab, ia menilai apabila dilelang seperti biasanya akan memakan waktu panjang dan biayanya juga lumayan besar.

“Jadi, temen-temen garap sendiri. Alat beratnya pun kita bagi,” kata dia.

Melalui cara ini, maka proses pengerjaan bozem itu bisa dipercepat. Bahkan, ia memperkirakan proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan.

“Apalagi, temen-temen garapnya hampir setiap hari, jadi bisa cepat diselesaikan,” ujarnya.

Hingga saat ini, sebanyak 37 bozem telah dibangun oleh Pemkot Surabaya. Luasnya mencapai 1,2 juta lebih meter persegi.

Adapun bozem yang paling luas dan terbesar adalah Bozem Morokrembangan dengan luas 800 ribu meter persegi. Terluas kedua Bozem Kedurus 143 ribu meter persegi dan terluas ketiga Bozem Wonorejo 120 ribu meter persegi.

Erna menjelaskan, lokasi-lokasi yang dipilih untuk membangun bozem itu bermacam-macam. Ada lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemkot Surabaya, seperti lahan yang ada di bundaran PTC yang sudah dibebaskan pada tahun lalu dan ada pula di perumahan.

“Di lahan yang dibebaskan itulah kami jadikan bozem,” tegasnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Selain itu, ada juga bozem yang dibangun di atas lahan milik militer, seperti Waduk Banpur yang lokasinya berada di area marinir.

Oleh karena itu, waduk tersebut diberi nama Waduk Banpur yang merupakan singkatan dari bantuan tempur.

“Tidak apa-apa meskipun di lahan marinir, asalkan mereka sudah memberikan izin pembangunannya,” kata dia.

Erna menambahkan, saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya bozem untuk menampung air pada saat hujan deras. Makanya, semakin banyak warga mengusulkan dan meminta supaya daerahnya dibangun bozem.

Padahal, dulu banyak warga yang menolak pembangunan bozem itu karena berbagai alasan, termasuk alasan pembebasan tanah.  

“Kalau sekarang sudah banyak yang sadar fungsi bozem. Malah sekarang ada warga yang meminta untuk dibuatkan jembatan dan gazebo di tengah-tengah bozem itu, sehingga bisa dijadikan tempat untuk memancing,” imbuhnya.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Ia memastikan bahwa pembangunan bozem di berbagai titik di Kota Surabaya ini untuk mengantisipasi terjadinya global warming yang sudah mulai dirasakan di belahan dunia, mulai dari banjir dimana-mana hingga bencana kekeringan.

Tujuan itulah yang biasanya selalu disampaikan oleh Wali Kota Risma ketika meresmikan bozem di Surabaya. “Makanya, Bu Wali juga selalu meminta supaya di kawasan bozem dibuat lebih hijau sehingga dapat terhindar dari kesan gersang dan panas,” pungkasnya.

 

Reporter: Fahrizal Tito

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.