Rabu, 17 Jun 2026 21:08 WIB

Menengok Bisnis Fotografi Khusus Balita di Ponorogo

Fotografer sedang memotret balita
Fotografer sedang memotret balita

jatimnow.com - Memotret seorang model memang membutuhkan skil fotografi yang mumpuni, agar karya yang dihasilkan menjadi sempurna. Namun jika obyek yang difoto adalah bayi dibawah lima tahun (balita) tentu memiliki tingkat kesulitan khusus.

Di Ponorogo, kini bermunculan fotografer yang mengkhususkan diri memotret model-model balita. Hal ini tak lepas dari banyaknyak keinginan para orang tua mengabadikan momen kelucuan buah hatinya ke dalam foto yang indah.

Feby Tusa, salah satu fotografer balita di Ponorogo ini tak pernah sepi order mengabadikan kelucuan para model cilik dengan berbagai pose.  

"Ya gampang-gampang susah. Harus telaten mengingat balita tidak bisa diarahkan untuk bergaya," kata Feby, mengawali perbincangan dengan jatimnow.com, Sabtu (1/12/108).

Feby menambahkan, seorang fotografer balita harus pandai menangkap momen-momen ekspresi lucu sang model yang natural.

"Pokoknya sabar dan memahami tingkah sang model dulu," imbuhnya.

Ia mengatakan, awalnya profesi sebagai fotografer balita ini hanya sebuah hoby. Karena diminta oleh teman dekatnya untuk memotret anak-anaknya. Baru kemudian, semakin banyak yang meminta.

"Ya dari mulut ke mulut sebenarnya promosinya. Akhirnya saya buka usaha ini. Sudah 4 tahunan," tambahnya.

Baca Juga: Pameran Fotografi Anak SD di Wisma Jerman Sajikan Cara Unik Melihat Dunia



Ia menyebutkan, untuk memotret balita itu perlu kesabaran ekstra. Mulai dari memakaikan kostum hingga menempatkan balita pada posisi yang diinginkan. Tak jarang Feby harus meletakkan kamera, kemudian menimang balita karena sang bayi tiba-tiba menangis.

"Harus sabar nih, kayak sekarang ini. Saya memakaikan baju khas reog, si bayi dipakaikan kain hijau kemudian dikasih bando merak gitu. Kalau bayinya nangis ya harus ditimang dulu," terangnya.

Feby menambahkan, berdasar pengalamannya, waktu yang dihabiskan mulai dari mendandani dan menimang balita sampai tertidur lelap lebih dari dua jam.

"Waktunya bisa dua jam atau lebih," bebernya.

Ditanya masalah harga? Feby mengatakan harga cukup bersahabat. Tergantung permintaan orang tua.

"Kalau harga mulai dari Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta. Tergantung permintaan orang tua," urainya,

Senja Nirmala, salah satu klien Feby mengatakan tertarik mengabadikan moment anaknya karena lagi musim mengabadikan ekspresi sang buah hati ke dalam foto yang profesional.

"Banyak di kota besar. Ponorogo pun juga ada. Makanya saya tertarik. Pengen mengabadikan moment," terangnya.

Banyaknya permintaan memotret balita ini, membuat fotografer khusus balita terus bermunculan di Ponorogo. Hal ini semakin menambah ramai dunia fotografi, khususnya fotografi balita.

 

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.