Jumat, 12 Jun 2026 08:57 WIB

Cuaca Ekstrim, BPBD Mojokerto Waspadai Lima Jenis Bencana

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Mochammad Zaini saat menunjukkan peta rawan bencana Kabupaten Mojokerto.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Mochammad Zaini saat menunjukkan peta rawan bencana Kabupaten Mojokerto.

jatimnow.com - Selama November, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat ada lima jenis bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Lima jenis bencana tersebut, yakni banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang serta kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Mochammad Zaini kepada jatimnow.com, Kamis (29/11/2018). Menurutnya, empat dari lima jenis bencana tersebut dipicu cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Empat bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang ini terjadi karena cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Mojokerto," ungkapnya.

Untuk banjir, lanjut Zaini, terjadi di kawasan Desa Sadar Tengah, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. "Banjir di lokasi ini diakibatkan tanggul sungai yang jebol. Tapi genangan air tidak sampai berlangsung lama," urainya.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kejadian tanah longsor di lokasi tersebut terjadi hingga dua kali. "Kontur tanah yang lemah akibat musim kemarau panjang kemudian hujan intensitas tinggi menjadi penyebab longsor," jelasnya.

Kejadian angin kencang, kata Zaini, terjadi di kawasan Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. "Ratusan rumah mengalami kerusakan ringan akibat angin kencang tersebut," imbuhnya.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Pohon tumbang, terjadi di kawasan Kecamatan Jetis dan Kecamatan Mojosari. Kejadian pohon tumbang tersebut terjadi lantaran pohon yang sudah berusia tua kemudian diterjang angin kencang.

Zaini menjelaskan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca ekstrim. Di Jawa Timur, puncak hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari mendatang.

Zaini mengimbau, masyarakat Kabupaten Mojokerto agar turut berdamai dengan lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan terutama di area drainase yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Gudang Pengering Tembakau di Jember Terbang dan Timpa Rumah Warga

"Kalau masyarakat bisa berdamai dengan lingkungan, kami yakin, bencana banjir dapat diminimalkan. Kami juga saat ini tengah menggarap pengurangan risiko bencana (PRB), untuk mengurangi fatalitas korban bencana," pungkasnya.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.