Selasa, 16 Jun 2026 21:05 WIB

Begini Cerita Bripka Andreas Menangkap Penyerang Polisi di Lamongan

Bripka Andreas di RS Bhayangkara Surabaya
Bripka Andreas di RS Bhayangkara Surabaya

jatimnow.com - Penyerangan Pos Polisi di Paciran Lamongan membawa kenangan tersendiri bagi Bripka Andreas, korban luka terkena ketapel dari tersangka ER.

Saat ditemui di RS Bhayangkara, Selasa (27/11/2018), Bripka Andreas menceritakan kejadian penyerangan saat ia bertugas. Menurut Bripka Andreas, saat itu pos polisi yang sedang ia jaga dalam keadaan kosong. Saat pengerusakan Bripka Andreas sedang berada di belakang pos polantas tersebut.

"Waktu itu kebetulan saya masih di belakang pos cangkruk dengan rekan-rekan security di belakang juga ada kampung. SOP nya memang pos dikosongi kalau malam," ujar Andreas.

Saat di belakang pos tersebut, tiba-tiba Andreas mendengar adanya seseorang yang melakukan pengerusakan. Spontan ia mengejar pelaku dan saat di tengah jalan ia terkena lemparan kelereng yang ditembakkan dari ketapel pelaku yang mengenai mata kanannya.

"Saya kejar dari pos hingga tertangkap, jaraknya pengejaran sejauh 6-7 km, saat pengejaran itu pelaku menembakkan kelereng dari ketapel berkali-kali," ujar Andreas.

Baca juga:

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Pelaku Penyerangan Polisi di Lamongan Diperiksa Densus 88

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Pelaku Penyerangan Polisi, Kapolda Jatim: Terkait Kelompok Radikal

Masih Dirawat, Begini Kondisi Korban Penyerangan Polisi di Lamongan

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Saat melemparkan kelereng tersebut, lanjut Andreas, pertama mengenai dada sebelah kiri, kedua meleset dan saat tembakan ketiga kelereng tersebut mengenai mata kanannya hingga luka.

"Waktu mengejar itu kena ketapel jaraknya 4-5 meter. Dia ngetapelnya beberapa kali kena badan sebelah kiri, kedua nggak kena terakhir sudah kena mata saya," kata Andreas.

Sambil menahan rasa sakit, Andreas pun memberanikan diri untuk tetap melakukan pengejaran dan menangkap pelaku dengan menabrakan motornya.

"Waktu itu saya coba berhentikan dia, tapi nggak mau akhirnya lari kejar kejaran. Di benak saya sudah terluka masak saya nyerah, nekat saya tabrakan motor, sambil mata berdarah darah," imbuh Andreas yang sedang rebahan di atas kasurnya.

Setelah nekat menabrakan motornya ke pelaku pengerusakan, keduanya terjatuh dan kedua pelaku ER dan MSA tersebut berhasil ditangkap dengan bantuan warga setempat.

"Setelah saya tabrakkan motor saya, mereka jatuh bersamaan dengan saya. Kemudian dibantu sama warga untuk mengamankan kedua pelaku itu," pungkasnya.



Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.