Senin, 15 Jun 2026 18:40 WIB

Lulus Tes, Penyandang Disabilitas di Banyuwangi Berhasil Dapat SIM D

Ika Aprilia Dewi saat ujian praktik SIM di Mapolres Banyuwangi
Ika Aprilia Dewi saat ujian praktik SIM di Mapolres Banyuwangi

jatimnow.com - Seorang penyandang disabilitas di Banyuwangi dinyatakan lulus ujian dan mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) D yang diperuntukan khusus bagi penyandang disabilitas.

Raut muka bahagia terpancar dari Ika Aprilia Dewi (22), setelah dinyatakan lulus dalam serangkaian tes (tulis dan praktik) di Mapolres Banyuwangi. Ika dinyatakan berhak mendapat SIM D.

Untuk mendapatkan SIM ini, Ika harus menempuh perjalanan sekitar 30 km dari rumahnya yang berada di Dusun Kaligoro, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono, menuju Mapolres Banyuwangi.

Saat melakoni ujian tes mengemudi, lintasan zig-zag, trek angka delapan, dan trek sempit pun berhasil dilewati Ika dengan mulus.

Ika mengatakan, kondisi fisik baginya bukanlah halangan bagi seseorang apalagi alasan untuk minder.

"Seneng sekali karena merasa di lingkungan Polres juga aksesable untuk kursi roda, pelayanannya juga baik, petugasnya juga welcome semua," kata Ika dengan percaya diri, Selasa (26/11/2018).

Ika datang ke Polres di Jalan Brawijaya mengendarai sepeda motor Honda Beat pink DK 4509 LO yang sudah dimodifikasi deengan kereta disebelahnya. Tak ayal, aksinya saat melaksanakan ujian test drive menjadi tontonan warga lainnya yang mengurus SIM.

"Pasti seneng lah, setelah melalui berbagai ujian akhirnya bisa mendapatkan SIM D. Ya semoga penyandang difabel lainnya mengurus SIM juga," ungkapnya usai menjalani ujian praktik.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi, AKP Prianggo Malau Parlindungan mengatakan, dalam pembuatan SIM sudah diamanatkan oleh Undang-undang nomor 22 tahun 2009 dan Perkap nomor 9 tahun 2012 tentang SIM penyandang disabilitas.

Berdasarkan UU tersebut, pemohon SIM wajib menjalani seluruh tahapan ujian.

"Kita mengedepankan prinsip legalitas dan prinsip persamaan hak bagi mereka yang memohon SIM," Tegas AKP Prianggo.

Menurutnya tidak ada prioritas khusus bagi penyandang disabilitas ataupun bagi pemohon SIM A atau C. Semua masyarakat pada umumnya harus menjalani tes demi keselamatannya.

"Sesuai aturan hanya ujian U turn (berbalik arah) saja yang tidak dilakukan, selain itu semuanya sama," tegasnya.






Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.