Kamis, 18 Jun 2026 05:52 WIB

Polisi Pastikan Motif Pembunuhan di Sampang Tidak Terkait Politik

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera

jatimnow.com - Tewasnya pria asal Sampang bernama Subaidi (31), akibat ditembak oleh tersangka Idris, sempat dikaitkan dengan masalah politik. Polisi mengatakan bahwa hal tersebut terlalu dini jika dikaitkan dengan isu perpolitikan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyampaikan, dirinya mengklarifikasi ke beberapa media yang menurutnya tidak mengkonfirmasi atas kasus tersebut.

"Pada hari ini, saya ingin menggaris bawahi bahwa polisi masih melakukan penyelidikan, tidak ada polisi yang menyimpulkan bahwa masalah ini adalah masalah yang berkaitan dengan perpolitikan," ujar Barung saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (26/11/2018).

Barung menegaskan, didalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) diterapkan bahwa polisi tidak mengejar keterangan dari tersangka. Namun ada saksi ahli dan keterangan lainnya yang akan dikumpulkan.

"Oleh karena itu pada hari ini saya katakan polisi masih melakukan pendalaman motifnya," tegasnya.

Pembunuhan ini merupakan buntut dari kesalahpahaman yang didasari oleh unggahan video di facebook milik korban yang mengancam akan membunuh tersangka lantaran ia mengomentari kirimin guru Subaidi terkait perbedaan pilihan calon presiden.

"Yang terjadi adalah memang ada status itu tetapi akan didalami. Dan juga apakah ada motif lain.

Namun, Barung menyebutkan jika kasus pembunuhan oleh tersangka Idris (30) yang membunuh Subaidi (31) merupakan pembunuhan yang direncanakan.

Hal itu, ia katakan saat melakukan pembunuhan, korban dicegat dan ada tenggang waktu yang dipersiapkan oleh pelaku untuk membunuh korban.

"Ini adalah masalah yang sudah jelas ada pembunuhan berencana karena ada persiapan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban yaitu dengan menyiapkan senjata api rakitan dengan peluru. Dengan melakukan pencegatan, jadi ada tenggang waktu yang dipersiapkan oleh yang bersangkutan untuk membunuh korban," paparnya.

Untuk pelaku, Barung mengatakan jika masih menahan Idris saja. Namun pihaknya akan terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

"Sementara satu yang sudah ditahan di Polres Sampang. Kasus Ini akan kita lakukan pendalaman terus karena kita tidak ingin terseret kemana mana, karena ini murni pidana," pungkasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.