Sabtu, 13 Jun 2026 06:05 WIB

Soal Penyebaran Radikalisme, Wakadensus 88: Ada Kesenjangan Informasi

Wakadensus 88 Antiteror Brigjen Pol Martinus Hukom
Wakadensus 88 Antiteror Brigjen Pol Martinus Hukom

jatimnow.com - Wakadensus 88 Antiteror Brigjen Pol Martinus Hukom menyebut upaya penyebaran radikalisme dan terorisme itu karena adanya kesenjangan sumber informasi yang diterima masyarakat.

Artinya, kesenjangan yang terjadi di masyarakat tersebut adalah pengakses buku dan sumber informasi yang berisikan radikalisme masih sangat gampang dijumpai, murah, bahkan gratis.

Pernyataan tersebut diungkapkan Martinus saat menjadi pemateri dalam seminar bertajuk 'Terrorism Threat on Asean Region', di Convention Center Kampus Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (21/11/2018).  

"Mirisnya ada kesenjangan informasi di masyarakat, dimana buku moderat dijual dengan harga mahal, sedangkan buku radikal gampang ditemukan, dan berharga murah," terang Martinus Hokum.

"Bahkan saat ini arah penulis pun sudah berubah, penulis moderat berfokus pada keuntungan. Sementara para pembuat buletin atau buku radikal berfokus pada penyebaran paham," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, dia juga berpesan kepada masyarakat, khususnya peserta seminar untuk tetap berhati-hati dalam menerima informasi serta tidak mudah tersulut konflik.

"Kita harus tetap waspada dengan penyusupan paham. Serta mari kita jaga, jangan sampai terjadi konflik di sekitar kita," pesan Hokum.

Selain itu, perwira tinggi Polri yang berpengalaman dalam bidang reserse itu menjelaskan, saat ini upaya penyebaran radikalisme di Indonesia telah menyasar tiga sektor utama yakni pendidikan, lapas dan buku atau buletin.  

"Di kampus, masjid kampus, mushala kampus, juga menjadi sarang radikalisme. Bahkan dulu Isis mendeklarasikan diri di salah satu kampus di Jakarta," terangnya.

Hokum yang diamanatkan sebagai Direktur Penegakan Hukum Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) itu mengatakan, jika penyusupan paham radikal di penjara juga tidak bisa diprediksi karena biasanya pada awalnya terpidana tindak kriminal, tapi tanpa tendensi khusus sebagai radikal.

"Ya, itu seperti penyerangan yang terjadi di Lamongan kemarin, mungkin awalnya dia kriminal, terus mendapat paham itu di penjara, kemudian melakukan penyerangan," pungkasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.