Minggu, 14 Jun 2026 18:19 WIB

4 Ribu Hektar Lahan Perhutani di Blitar Dilaporkan Diserobot

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 21 Nov 2018 10:41 WIB
Salah satu lahan Perhutani di wilayah Lodoyo Barat
Salah satu lahan Perhutani di wilayah Lodoyo Barat

jatimnow.com - Lahan milik Perhutani seluas lebih dari empat ribu hektare di wilayah Blitar Selatan digarap secara tanpa ijin oleh masyarakat. Hampir seluruh kawasan hutan yang diserobot, ditanami oleh tanaman tebu.

"Ada kurang lebih sekitar empat hektare yang ditanami oleh masyarakat secara ilegal. Ada juga oknum. Yang jelas sampai saat ini, kawasan tersebut masuk kawasan sengketa dan belum ada penyelesaian," kata Kepala Sub Seksi (KSS) IT, Perhutani KPH Blitar, Immanuel Thomas Piento, Rabu (21/11/2018).

Kata Piento, Perhutani tak memiliki aturan sewa lahan untuk kemudian digarap. Mulanya, ribuan hektar tanah yang digarap merupakan lahan produktif kayu jati dan kayu keras lainnya.

Banyaknya pembalakan liar membuat kawasan Perhutani di Blitar Selatan gundul dan gersang. Inilah yang kemudian digunakan warga menanami tebu tanpa ijin.

"Jelas kami dirugikan. Kami nggak ada sih istilah sewa menyewa lahan. Nggak ada. Seakan-akan itu legal, sebetulnya kami nggak pernah memiliki aturan itu," ungkap Piento.

Ia berharap masyarakat segera mengembalikan fungsi lahan yang kini ditanami tebu. Karena pada dasarnya, fungsi hutan untuk menyimpan air sehingga tidak terjadi kekeringan sewaktu kemarau dan dapat mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor ketika memasuki musim penghujan.

Dalam waktu dekat, Perhutani akan melakukan penertiban ini. Perhutani sudah memiliki sejumlah cara yang disebut dapat mengembalikan fungsi hutan.

"Waktunya kapan, kami belum bisa sampaikan ke media. Yang pasti kami sudah punya cara yang cukup bagus untuk menyelesaikan ini," pungkas Piento.


Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

 

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

 

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.