Kamis, 18 Jun 2026 22:33 WIB

Adat Grebek Bhineka Tunggal Ika Jadi Ikon Persatuan Warga Tulungagung

Peserta Grebek Bhineka Tunggal Ika menabur bunga diatas candi Gayatri
Peserta Grebek Bhineka Tunggal Ika menabur bunga diatas candi Gayatri

jatimnow.com - Masyarakat Kabupaten Tulungagung, menggelar Grebek Bhineka Tunggal Ika.

Mereka melakukan arak-arakan berbagai macam kesenian, dari lapangan Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, menuju area komplek Candi Gayatri, yang berjarak 500 meter.

Candi Gayatri sendiri merupakan tempat pendharmaan, abu jenazah ratu Gayatri, yang merupakan nenek dari Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit.

Sukriston, salah seorang tokoh masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini mengatakan, Grebek Bhineka Tunggal Ika ini digelar setiap tahun.

Melalui acara tersebut mereka memperlihatkan bahwa konsep persatuan dan kesatuan bangsa masih kuat bagi masyarakat Tulungagung. Terlebih di lokasi ini abu jenazah Ratu Gayatri sempat disemayamkan.

"Ratu Gayatri merupakan sosok perempuan yang cerdas, dan juga pencetus konsep Bhineka Tunggal Ika," ujarnya, Selasa (20/11/2018)

Pesan Kebhinekaan kental ditunjukkan dalam acara ini. Selain beragam kesenian ditampilkan, mereka yang terlibat dalam acara tersebut merupakan lintas kepercayaan.

Melalui Grebek Bhineka Tunggal Ika ini mereka berharap kesatuan dan persatuan bangsa akan selalu terjaga.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Terlebih memasuki tahun politik 2019 mendatang, masyarakat diharapkan tidak terpecah dan saling menghargai satu sama lain.

"Meskipun berbeda pilihan kita, tapi kita harus tetap ingat Bhineka Tunggal Ika," tuturnya.

Candi Gayatri ini ditemukan kembali oleh masyarakat pada tahun 1914. Dari hasil penelitian para ahli diketahui bahwa Ratu Gayatri merupakan salah satu putri Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari, yang diperistri oleh Raden wijaya dari Kerajaan Majapahit.

Selama hidupnya Gayatri terkenal sebagai pendeta wanita Budha, dengan gelar Rajapadni.


Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.